Edy soal Data Covid Sumut: Kacau Itu Medan

CNN Indonesia | Jumat, 10/09/2021 16:52 WIB
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan ada empat daerah di Sumut yang paling kacau dalam pendataan penanganan Covid-19. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan ada empat daerah di Sumut yang paling kacau dalam pendataan penanganan Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Farida)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan ada empat daerah di Sumut yang paling kacau dalam pendataan penanganan Covid-19. Keempat daerah itu saat ini masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Salah satunya adalah memasukkan data kematian yang berlebihan di Kabupaten Madina.

"Kita empat yang kacau ini, empat kabupaten/kota kacau itu Medan, Sibolga, Madina dan Siantar. Kacau ini," kata Edy Rahmayadi, Jumat (10/9).


Sementara itu daerah lainnya menurut Edy memang masih ditemukan selisih dalam penginputan data. Hanya saja tidak separah keempat daerah tersebut.

"Yang lain kacau, tidak kacau masih ada perselisihan tapi limitnya masih di bawah sehingga tidak mendongkrak. Kalau ini kita lakukan dengan benar, kita gak segitunya ini, kita sudah bagus kondisinya. Kalau saya teliti dobel dobel datanya," sebut Edy.

Meski input data saat ini melalui proses digital, tambah Edy, namun tidak didukung sumber daya manusia mumpuni yang bisa melakukan penginputan data dengan benar.

"Capek sekali sampai tadi malam aku berbicara jatah. Data ini gak bisa pakek keras kepala. Data ini kita sekarang sudah menggunakan digital. Dia melaporkan berdasarkan nomor password dan dasarnya adalah KTP. Digital ini bagus, real dia. Tapi kalau yang mengawaki di bawah ini masih gaptek, inilah akhirnya," pungkasnya.

Misalnya saja, lanjut Edy, pendataan penanganan Covid-19 di Pemkab Madina. Dari penginputan data, mertua dan adik dari istri Bupati Madina tercatat meninggal dunia akibat Covid-19. Padahal data tersebut tidak benar.

"Ini contoh Bupati Madina mertuanya dengan adek istrinya dinyatakan meninggal, dia bilang masih hidup ini. Jadi siapa yang buat ini meninggal. Bahkan dibuat sampai 76 meninggal dalam satu minggu di sana. Padahal hanya enam yang meninggal dalam seminggu. Makanya dia masuk dalam level 4," paparnya.

Dengan kondisi tersebut, Edy mengaku akan segera dievaluasi. Sehingga keempat daerah itu keluar dari level 4.

"Kita gaptek, tidak terlalu jago, atau daerah - daerah kita itu sinyalnya timbul tenggelam. Karena teknologi sangat memerlukan sinyal yang baik. Makanya sedang kita perbaiki, kita evaluasi dan segera nanti kepala dinas kesehatan yang mengurus itu," bebernya.

(fnr/asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK