BMKG Tetapkan Wilayah DKI Jakarta Siaga Banjir

CNN Indonesia | Selasa, 14/09/2021 08:46 WIB
BMKG menetapkan level siaga banjir dan tanah longsor dampak cuaca ekstrem selama tiga hari di wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sejumlah kendaraan menerobos jalan yang tergenang banjir di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 20 Februari 2021. Banjir sejak Jumat malam (19/2) menyebabkan kemacetan. CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan DKI Jakarta sebagai salah satu wilayah dengan status level siaga banjir selama tiga hari, mulai dari 13-15 September 2021.

BMKG memprediksi akan ada cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir atau tanah longsor. Level siaga ditetapkan berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak oleh BMKG.

Total ada empat Provinsi berstatus siaga bencana. Selain Jakarta, BMKG turut mencatat Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur dalam daftar ini.


"Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem hingga tiga hari ke depan yakni tanggal 15 September 2021 untuk level siaga berada di wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur," kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9).

Dalam analisisnya, BMKG mengatakan bahwa fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin mulai terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.

Diketahui, fenomena tersebut merupakan dinamika atmosfer yang mengindikasikan potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

Menurut BMKG, prakiraan cuaca hujan di sekitar wilayah Indonesia juga terpantau berdasarkan tingginya kelembaban udara hingga sepekan ke depan di beberapa wilayah.

"Suhu muka laut dan anomali suhu muka laut juga terpantau masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia, yang mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan. Kondisi tersebut juga didukung oleh masih tingginya kelembaban udara," jelas dia.

Oleh sebab itu, kata dia, setidaknya akan terdapat 27 Provinsi di wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat dan dapat disertai kilat atau petir hingga nagin kencang pada periode 133 hingga 20 September 2021.

BMKG mengingatkan agar masyarakat dapat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode seminggu mendatang. Beberapa bencana alam juga diprediksi dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.

"berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," tandasnya.

(mjo/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK