BNPT Ungkap JI Salah Gunakan Kotak Amal untuk Rekrut Milenial

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 23:36 WIB
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa kelompok Jamaah Islamiyah (JI) menyalahgunakan kotak amal untuk rekrut milenial. (Foto: Detikcom/Rakean R Natawigena)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa kelompok Jamaah Islamiyah (JI) menyalahgunakan kotak amal untuk merekrut generasi muda atau milenial.

Menurut Boy, JI terlihat masih melakukan berbagai kegiatan perekrutan dengan nama baru.

"Pada lingkup nasional, kita lihat upaya-upaya perekrutan dari kelompok lama yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang di dalam negeri yaitu Jamaah Al Islamiyah, terus dilakukan penangkapan oleh aparat penegak hukum, hal ini Polri melalui Densus 88," kata Boy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (15/9).


Boy menjelaskan JI masih melakukan upaya perekrutan dengan kegiatan-kegiatan yang menggunakan nama baru seperti Sam Organizer, One Care, hingga Abu Ahmad Foundation. Boy berkata, JI menyalahgunakan kotak amal dengan tujuan menghimpun generasi muda untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan JI.

Hal yang sama juga dilakukan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Eks Kapolda Papua itu menyampaikan bahwa JAD menunjukkan aktivitas yang signifikan sepanjang 2021.

"Dan kita tahu telah banyak dilakukan, tokoh-tokoh JAD berhasil diamankan pada tahap mereka dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya perencanaan," kata Boy.

Kemudian terkait kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Boy mengatakan Satgas Madago Raya masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah sosok antara lain Ahmad Ali Kalora, Jaka Ramadhan alias Ikrima, Suhardin, Ahmad Ghazali alias Ahmad Panjang, Al Ihwarisman alias Askar alias Pak Guru alias Jafar alias Jaid, dan Nue alias Galuh Muklas.

"Berdasarkan informasi, mereka masih di Pegunungan Sausu Kabupaten Tarimo, dan 27 diduga posisi MIT ini tercover di Desa Kilo, Poso Pesisir. Saat ini Satgas Madagoraya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok-kelompok yang ada tersebut," ujar Boy.

(mts/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK