Bupati Bogor-Cianjur Desak Pemerintah Bangun Jalur Puncak II

fea, CNN Indonesia | Minggu, 19/09/2021 02:10 WIB
Sistem ganjil genap atau satu arah di Jalur Puncak dikatakan hanya penanganan jangka pendek, hal ini butuh solusi jangka panjang. Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan jalur Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bupati Bogor Ade Yasin mendesak pemerintah membangun Jalur Puncak II sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalur Puncak. Sistem ganjil genap atau satu arah dikatakan hanya penanganan jangka pendek.

Ade mengaku telah mendorong pembangunan Jalur Puncak II yang juga disebut Poros Tengah Timur (PTT), namun dia bilang pengajuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tidak membuahkan hasil.

Ia kali ini meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera membangun Jalur Puncak II.


"Saya kira kita butuh solusi yang lain, solusi yang kami selalu gaungkan. Hari ini Bupati Cianjur [Herman Suherman] juga sangat ingin mendorong bahwa solusi untuk kemacetan Puncak adalah Puncak II," ungkap Ade usai pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur di Puncak Pas, Cisarua, Bogor, Sabtu (18/9), disitat dari Antara.

Ade bilang sudah melakukan penanganan di Jalur Puncak untuk mengatasi kemacetan, yakni menganggarkan Rp5 miliar buat membuka sebagian lahan bersama TNI.

Namun dia menyebutkan Pemerintah Kabupaten Bogor tak sanggup mendanai pembangunan jalan sepanjang 48,7 kilometer yang diperkirakan butuh dana Rp5 triliun untuk menghubungkan Sentul Bogor dengan Istana Cipanas di Cianjur.

"Kalau secara nasional memang angka segitu kecil, saya kira perkiraan Rp5 triliun itu termasuk jembatan-jembatan yang melalui sungai, perkiraan segitu tuntas seluruhnya," kata dia.

Sementara Herman menjelaskan permintaan pembangunan Jalur Puncak II murni berasal dari aspirasi warga untuk kemudahan akses ke daerah lain.

Pihaknya dikatakan juga sudah berinisiatif melakukan penataan kecil di Jalur Puncak II yang masuk dalam Kabupaten Cianjur. Target dia pembangunan selesai pada 2022.

Kami mengingatkan bapak-bapak di (pemerintah) pusat bawah ini aspirasi dari bawah. Kami benar merasakan, dari Jakarta mau ke Cianjur macet, dari Bandung Macet," papar Herman.

"Saat ini kami sedang membaguskan jalur exiting, yang panjangnya 9,2 kilometer dan lebarnya 4-5 meter. Insya Allah tahun ini tersisa 2 kilometer lagi, tahun depan akan selesai," kata Herman lagi.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK