PPKM Berakhir: Positif-Kematian Didominasi Luar Jawa-Bali

CNN Indonesia | Minggu, 19/09/2021 19:07 WIB
Kasus positif dan kematian akibat corona menjelang berakhirnya PPKM pada Senin (20/9) besok masih terjadi. Berikut data lengkapnya. Kasus positif dan kematian akibat corona menjelang berakhirnya PPKM pada Senin (20/9) besok masih terjadi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Taufiq).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali yang dimulai 7 September lalu akan berakhir Senin (20/9) besok. PPKM Level 4,3, dan 2 pada pekan ini merupakan perpanjangan kesembilan.

Jika dilihat dari perkembangan kasus Covid-19 selama enam hari terakhir PPKM, penyumbang kasus terbanyak secara nasional saat ini justru ditempati oleh luar Jawa-Bali.

Jawa-Bali masih menjadi penyumbang kasus terbanyak secara nasional selama sepekan. Rata-rata pertambahan kasus kematian secara nasional tercatat masih di atas 200 kasus per hari.


CNNIndonesia.com merangkum kondisi pandemi di Indonesia dalam kurun waktu enam hari PPKM Level 4, 3, dan 2 perpanjangan kesembilan.

Kasus Positif Didominasi Luar Jawa Bali

Provinsi di Luar Jawa-Bali tercatat menjadi penyumbang kasus positif terbanyak dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada periode 14-19 September, wilayah ini menyumbang hingga 55,03 persen kasus Covid-19 secara nasional.

Dalam data yang sama, jumlah kumulatif pertambahan kasus di Luar Jawa-Bali pada pekan ini sebanyak 11.378 orang. Sedangkan, total pertambahan kasus kumulatif nasional mencapai 20.675 orang.

Jika dilihat lebih rinci, dari hari ke hari jumlah pertambahan kasus di Luar Jawa-Bali menunjukkan tren fluktuatif. Pada 14 September penambahannya tercatat sebanyak 2.293 kasus, sehari kemudian menurun menjadi 2.061 kasus.

Berikutnya Luar Jawa Bali mencatatkan penurunan penambahan kasus dengan 1.726 kasus, kemudian kembali naik sebanyak 2.207 kasus, dan sebanyak 1.965 kasus pada 18 September. Penambahan kasus terendah tercatat pada 19 September yakni sebanyak 1.126 kasus.

Sementara itu dalam periode yang sama, jumlah kumulatif pertambahan kasus di Jawa-Bali pada pekan ini sebanyak 9.297 orang. Dengan penambahan kumulatif kasus harian terendah juga tercatat pada 19 September sebanyak 1.108 kasus.

Berdasarkan Provinsinya, Jawa Timur masih menjadi provinsi penyumbang kasus terbanyak dalam sepekan terakhir dengan 2.243 kasus. Disusul oleh Jawa Barat 1.784 Kasus, Jawa Tengah 1.746 kasus, DKI Jakarta 1.232 kasus, Bali 1.074 kasus, Yogyakarta 800 kasus, dan Banten 418 kasus.

Total Kesembuhan 58.099 Kasus

Dalam kasus kesembuhan, provinsi di Luar Jawa-Bali juga tercatat menjadi penyumbang terbanyak dalam sepekan terakhir, mencapai 31.598 kasus. Pertambahan kesembuhan tertinggi terjadi pada 16 September dengan 9.406 kasus.

Sementara itu dalam periode yang sama, jumlah kumulatif pertambahan kasus di Jawa-Bali pada pekan ini sebanyak 126.501 orang. Sedangkan, total pertambahan kasus kumulatif nasional mencapai 58.099 orang.

Di Jawa-Bali, provinsi yang paling banyak menyumbang kasus kesembuhan selama sepekan ini adalah Jawa Tengah sebesar 10.503 kasus kesembuhan. Disusul oleh Jawa Barat sebanyak 3.811 kasus. Sementara itu, provinsi penyumbang kasus sembuh terendah adalah Banten sebanyak 1.001 kasus.

Rata-rata 217 Kematian Per Hari

Sementara dalam kasus kematian, rata-rata pertambahan kasus kematian pada periode 14 sampai 19 September berada di 217 kasus per hari. Total kumulasi kasus kematian selama enam hari secara nasional mencapai 1.303 kasus, dengan sumbangan dari Jawa-Bali sebanyak 608 kasus.

Pertambahan kasus kematian tertinggi terjadi pada 15 September sebesar 267 kasus dan terendah pada tanggal 19 sebanyak 145 kasus. Sementara itu, di Jawa-Bali provinsi yang menyumbang kematian terbanyak selama enam hari terakhir adalah Jawa Tengah. Provinsi tersebut mencatat 218 kasus kematian dalam pekan ini.

(tfq/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK