PSI Pertanyakan Besaran Biaya Komitmen Formula E

CNN Indonesia | Minggu, 19/09/2021 21:00 WIB
PSI mempertanyakan biaya komitmen atau commitment fee Formula E yang mesti dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta yang sangat besar dan tak berlaku di kota lain. PSI mempertanyakan biaya komitmen atau commitment fee Formula E yang mesti dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta yang sangat besar dan tak berlaku di kota lain. Ilustrasi. (KENZO TRIBOUILLARD / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan biaya komitmen atau commitment fee Formula E yang mesti dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, biaya komitmen tak berlaku pada kota penyelenggara lain.

Diketahui, komitmen yang wajib dibayar Pemprov DKI untuk Formule E mencapai 121,102 juta poundsterling atau sekitar Rp2,3 triliun.

Padahal, kata Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo, sejumlah kota penyelenggara Formula E seperti New York, Amerika Serikat tidak dikenai biaya komitmen.


Bahkan, lanjut Anggara, kota Roma, Italia justru dibebaskan biaya komitmen hingga penyelenggaraan tahun 2025.

"Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta," kata Anggara dalam keterangannya, Minggu (19/9).

Anggara juga mencontohkan penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada hanya terdapat biaya Nomination Fees for the City of Montreal sebesar C$151 ribu atau setara Rp1,7 miliar dan Race fees sebesar C$1,5 juta atau setara Rp 17 miliar, dengan total biaya sebesar Rp 18,7 miliar.

Atas dasar ini, Anggara menyebut bahwa Pemprov DKI dan PT Jakarta Propertindo mesti lebih jeli lagi terkait biaya penyelenggaraan ini.

"Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro patut jeli dan mempertanyakan mengapa penerapan biaya komitmen fee di berbagai kota berbeda? Mengapa Montreal hanya membayar 5 persen dari biaya commitment fee yang ditagihkan Dispora?," tuturnya.

Lebih lanjut, Anggara menyebut sampai saat ini masih banyak informasi terkait biaya Formula E yang tidak diketahui. Baik karena Pemprov DKI Jakarta maupun Jakpro enggan membuka detail kontrak Formula E Jakarta meski beberapa kali diminta pada rapat komisi E.

"Jika tidak ada interpelasi, maka semua ini akan jadi misteri bagi semua warga Jakarta, karena tidak ada kejelasan dari Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur Anies," ucap Anggara.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pihaknya mengikuti ketentuan yang berlaku terkait penyelenggaraan Formula E.

"Kami ada perbedaan commitment fee antara Asia dan Eropa kita mengikuti aturan dan ketentuan yg ada dari Formula E," kata Riza kepada wartawan, Minggu (19/9).

Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut ihwal perbedaan tersebut. Riza menuturkan bahwa hal itu dapat dijelaskan secara detail oleh Jakpro selaku pihak yang ditugaskan dalam penyelenggaraan tersebut.

"Bisa nanti ditanyakan kepada Jakpro detail dan persisnya," ucap Riza.

(dis/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK