Bakamla Pastikan Keamanan di Laut Natuna Kembali Terkendali

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 13:09 WIB
Bakamla mendorong para nelayan kembali beraktivitas dengan penjagaan aparat. Laut Natuna Utara, disebut Bakamla telah steril dari kapal asing. Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksamana Madya (Laksdya) Aan Kurnia memastikan situasi keamanan di perairan Laut Natuna Utara saat ini sudah terkendali.

Hal itu disampaikan menyusul kabar ribuan kapal asing, termasuk milik Vietnam dan China, masuk perairan Natuna Utara dekat Laut China Selatan.

"Saya tegaskan bahwa kondisi laut Natuna Utara sudah aman terkendali," kata Aan dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/9).


Aan mempersilakan para nelayan kembali berlayar mencari ikan di perairan Natuna Utara. Ia turut menjamin para nelayan dapat beraktivitas dengan aman karena turut dijaga oleh aparat keamanan terkait.

"Kita siap amankan mereka. Dan ini harus dilakukan komunikasi yang baik," kata Aan.

Lebih lanjut, Aan menjelaskan harus ada ketegasan dalam menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia di Natuna Utara. Ia menegaskan aparat yang berwenang untuk menjaga tak boleh ambil kompromi atas pelanggaran hukum.

Ia meminta kepada semua aparat keamanan yang bertugas di wilayah perairan Natuna Utara untuk menindak semua kapal asing yang melanggar hukum.

"Kalau ada yang melanggar harus kita tindak. Baik di ZEE atau landas kontinen. Bakamla, TNI AL, KKP enggak boleh kompromi soal aturan di ZEE dan landas kontinen," kata dia.

Sebelumnya, Bakamla melaporkan ratusan kapal asing yang tidak terpantau radar masuk ke kawasan perairan Laut Natuna Utara.

Bahkan, terdapat nelayan yang melaporkan sejumlah kapal perang asing beroperasi di dekat lokasi mereka melaut. Keberadaan kapal-kapal asing membuat penduduk nelayan resah

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda Arsyad Abdullah pada Jumat (17/9) lalu memastikan pihaknya sudah tidak menemukan kapal perang, coast guard hingga kapal nelayan negara asing. Kepastian itu diutarakan selama pihaknya melakukan patroli udara di perairan Natuna Utara.

(rzr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK