Bantu Korban Banjir, BPBD Mukomuko Terpaksa Utang Sembako

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 17:24 WIB
BPBD Mukomuko, Bengkulu, tak punya uang untuk membantu makan 428 jiwa warga Desa Rawa Mulya yang terdampak musibah banjir. Ilustrasi banjir. (Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terpaksa berutang kepada pihak ketiga untuk mendapatkan sembako guna membantu warga korban banjir di Desa Rawa Mulya, Kecamatan XIV Koto.

"Kita berutang dulu untuk mendapatkan logistik sebagai tambahan stok logistik yang ada untuk membantu korban banjir," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Ramdani, Senin (20/9).


Pemkab Mukomuko melalui BPBD setempat telah mendirikan dapur umum untuk korban banjir di Desa Rawa Mulya untuk membantu kebutuhan makanan dan minuman bagi warga. Sebagian warga memang belum bisa memasak di rumah akibat genangan banjir belum surut.

BPBD setempat memanfaatkan rumah penduduk sebagai dapur umum, sedangkan logistiknya berasal dari instansi ini.

"Kita punya stok beras dan semuanya kita gunakan untuk kebutuhan makan, kekurangannya akan kita upayakan dengan berutang, yang penting warga bisa makan," ujarnya.

Ia mengatakan, instansinya dalam melakukan penanganan tanggap darurat selama tiga hari ini, serta mengutamakan kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak banjir, termasuk air bersih dan kesehatan warga.

Sebanyak 108 rumah warga Desa Rawa Mulya sejak Sabtu (18/9) sampai sekarang masih terendam banjir yang berasal dari luapan Sungai Pelokan di daerah ini.

Ramdani mengatakan, dari 108 bangunan rumah yang terendam banjir di Desa Rawa Mulya, ada 152 kepala keluarga beranggotakan total 428 jiwa yang terdampak banjir di wilayah ini.

Sebanyak 428 warga yang terdampak banjir di Desa Rawa Mulya ini mengungsi ke rumah warga lainnya yang tidak terendam banjir.

Ia berkata warga Desa Rawa Mulya mendapat banjir kiriman dari lokasi yang lebih tinggi. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh saluran air yang mengalir tidak lancar ke sungai.


(Antara/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK