Vaksinasi Rendah, Sumbar dan Lampung Jadi Perhatian Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 18:11 WIB
Tingkat vaksinasi di Sumatera Barat dan Lampung belum mencapai  20 persen dari target, sehingga menjadi perhatian Presiden Jokowi. Capaian vaksinasi di Sumatera Barat dan Lampung masih rendah, sehingga jadi perhatian pemerintah pusat (cnnindonesia/adimaulanaibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan perhatian serius pada Provinsi Lampung dan Sumatera Barat lantaran laju vaksinasi virus corona (Covid-19) masih rendah.

"Dan wilayah vaksinasi yang rendah secara khusus di luar Jawa, pak presiden memberikan perhatian bagi Sumbar dan Lampung," kata Airlangga dalam konferensi persnya, Senin (20/9).

Jokowi, kata Airlangga, berharap vaksinasi di kedua wilayah ini terus ditingkatkan. Ia berharap angka vaksinasi di wilayah itu mencapai angka minimal 20 persen.


Data Kemenkes per 20 September 2021, tercatat baru 873.797 orang yang sudah divaksin tahap pertama dari target 4.408.509 orang atau 19,82 persen di Sumatera Barat. Sementara itu, jumlah yang sudah divaksin tahap dua sejumlah 464.646 orang atau 10.54 persen.

Jumlah kasus positif Covid-19 kumulatif di Sumatera Barat per 20 September 2021 hari ini berjumlah 88.796 orang. Angka itu naik 10 orang ketimbang data per 19 September 2021 lalu yang berjumlah kumulatif 88.786 orang.

Sementara itu, Provinsi Lampung juga mencatat baru 1.162.399 orang atau baru 17,49 persen yang sudah divaksin tahap pertama dari jumlah target 6.645.226 orang. Sementara itu, 640.982 orang yang sudah divaksin pada tahap kedua.

Jumlah kasus Covid-19 kumulatif di Provinsi Lampung per 20 September 2021 berjumlah 48.598 orang. Angka itu naik 46 orang dibandingkan data per 19 September lalu berjumlah 48.644 orang.

Lebih lanjut, Airlangga menekankan bahwa Jokowi juga mewaspadai dan mewanti-wanti agar varian baru corona seperti varian Mu dan Lamda tak masuk ke Indonesia. Diketahui, dua varian itu kini tengah diwaspadai dan dipantau ketat oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Dan perlu pengetatan di pintu-pintu masuk dari luar negeri. Baik udara, laut dan darat," kata dia.

"Lalu kegiatan-kegiatan testing, tracing, treatment dan penggunaan aplikasi Pedulilindingi digunakan secara intensif," kata dia.

(dhf/rzr/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK