Jatah Vaksin Jawa Barat Melimpah Tapi Tak Merata

CNN Indonesia
Senin, 20 Sep 2021 16:03 WIB
Jawa Barat jadi provinsi paling banyak menerima vaksin di Indonesia. Namun, stok vaksin yang dimiliki setiap daerahnya timpang alias tidak merata. Ilustrasi vaksinasii. Jawa Barat jadi provinsi paling banyak menerima vaksin di Indonesia. Namun, stok vaksin yang dimiliki setiap daerahnya timpang alias tidak merata. (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jawa Barat peringkat teratas provinsi paling banyak menerima vaksin virus corona (Covid-19) terbanyak yakni 23,2 juta dosis per tanggal 19 September 2021. Namun, distribusi vaksin tersebut tidak merata sehingga berpengaruh terhadap stok di setiap daerah kabupaten/kota.

Dari 23,2 juta vaksin yang telah diterima, Jabar telah memakai sekitar 18 juta dosis sehingga stok vaksin yang belum terpakai per 19 September ini sebanyak 5,2 juta dosis.

Melansir data vaksin Kemenkes RI, jumlah 23,2 juta dosis vaksin itu didistribusikan ke 27 kabupaten/kota di Jabar dengan jatah berbeda.


Kota Bandung jadi penerima vaksin terbanyak dengan total 6.019.145 dosis. Kemudian disusul Kabupaten Bogor dengan 2,2 juta dosis, Kabupaten Bekasi dan Karawang masing-masing 1,5 dan 1,29 juta dosis vaksin. 

Sementara daerah paling sedikit menerima vaksin adalah Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kota Sukabumi, dan Kota Cirebon. Daerah-daerah ini menerima jatah vaksin di bawah 250 ribu dosis.

Perbedaan cukup mencolok ini membuat stok vaksin yang tersisa di setiap kabupaten/daerah timpang. Saat ini Kabupaten Bogor menjadi daerah yang paling banyak memiliki stok vaksin dengan jumlah lebih dari 820 ribu dosis.

Sisa stok vaksin terbanyak disusul oleh Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan masing-masing stok 600 ribu dan 421 ribu.

Stok vaksin Kabupaten Bogor, Bandung dan Bandung Barat itu jauh berbeda dengan Kabupaten Indramayu. Dari total penerimaan 349 ribu dosis, stok vaksin Kabupaten Indramayu saat ini tinggal 20 ribu dosis 

Jika dibandingkan, stok vaksin Kabupaten Bogor dan Indramayu bahkan mencapai 41:1.

Serupa dengan Indramayu, Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya juga hanya memiliki stok vaksin sebesar 21 ribu. 

Saat ini sisa stok vaksin Indramayu dan Tasikmalaya hanya dapat bertahan sekitar lima hingga enam hari jika tidak terdapat penambahan jumlah vaksin.

Perbedaan jatah dan stok ini bisa jadi mempertimbangkan tingkat kepadatan penduduk sebuah daerah kabupaten/kota. Juga, mungkin dipengaruhi oleh kemampuan rata-rata vaksinasi harian tiap daerah. Namun ketimpangan ini membuat sejumlah daerah hanya mampu bertahan dalam hitungan kurang dari satu minggu lagi.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Nina Susana Dewi untuk bertanya soal ketimpangan ini namun yang bersangkutan belum merespons.

Secara nasional, jumlah vaksin yang telah terpakai lebih dari 100 juta dosis dan tersisa lebih dari 31.800.000 dosis vaksin.

(cfd/hyg/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER