KRL Jabodetabek Kembali Ramai, Ada Penumpang Lepas Masker

CNN Indonesia
Selasa, 21 Sep 2021 10:54 WIB
PT KCI masih menerapkan pembatasan bagi penumpang KRL Jabodetabek di masa PPKM Level 3, namun masih ada sejumlah penumpang nekat langgar prokes. Ilustrasi keramaian penumpang KRL commuter line Jabodetabek. (CNN Indonesia/ Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang kereta api listrik (KRL) commuter line Jabodetabek terpantau ramai pada hari pertama perpanjangan PPKM Level 3. Pembatasan masih diterapkan bagi para penumpang, namun ada yang nekat melanggar terutama terkait protokol kesehatan

Keramaian penumpang salah satunya terlihat di Stasiun Rawa Buntu, Selasa (21/9), jelang pukul 08.00 pagi hari.


Beberapa persyaratan yang sebelumnya diterapkan seperti pembatasan penumpang tidak berubah. Para petugas berjaga mengarahkan penumpang untuk saling jaga jarak saat menunggu di peron.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai screening awal pun dapat disubstitusi dengan sertifikat vaksin secara digital maupun berbentuk fisik.

Menurut salah seorang petugas yang enggan disebut namanya, kepadatan penumpang di Rawa Buntu mulai terjadi sekitar pukul 7.30 WIB.

Meski ada pembatasan dan pengawasan, namun masih ada penumpang yang nekat memanfaatkan kelengahan petugas. Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah penumpang melepas maskernya di area stasiun. 

Keramaian penumpang juga  terjadi di Stasiun Tanah Abang. Meski ramai, penumpang tetap teratur dengan pengawasan dari petugas. Tidak terjadi penumpukan orang baik di luar maupun di area stasiun. Kemudian, di Stasiun Palmerah sekitar pukul 8.50 WIB, suasananya tampak mulai lengang.

PT KCI masih menerapkan sejumlah pembatasan bagi warga Jakarta dan aglomerasinya yang menumpang commuter line. Salah satunya syarat wajib sudah divaksin.

"Meskipun sudah level 3, tetapi kapasitasnya tetap kurang dari 50 persen," ujar Anne Purba, Vice President KCI.

Anne mengingatkan warga yang belum divaksin tak boleh naik kereta. Bagi warga yang telah divaksin, wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi agar bisa screening bukti vaksinasi. 

(cfd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER