Dua Siswi SD Tewas Tenggelam di Bekas Galian C Deliserdang

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 20:46 WIB
Dua siswi SD di Deliserdang tewas karena tenggelam di lokasi bekas galian C yang memiliki kedalaman hingga 2 meter. Ilustrasi lokasi bekas galian C. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Medan, CNN Indonesia --

Dua siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 1979 Pisang Pala tewas tenggelam di lokasi bekas galian C di Desa Pisang Pala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

Lokasi bekas galian C di desa tersebut diduga memiliki kedalaman hingga 2 meter.

"Keduanya pergi ke lokasi bekas galian C itu. Bentuknya sudah seperti kolam dengan kedalaman 2 meter. Lokasinya dekat bekas Rumah Sakit (RS) Pisang Pala," kata Kepala Desa (Kades) Pisang Pala, Muhammad Ali, Selasa (21/9)


Dia menyebutkan kedua korban awalnya hendak bermain di sekitar lokasi. Namun nahas, keduanya tenggelam dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Jadi orangtua korban mencari keberadaan anaknya ke lokasi. Ternyata, anaknya (Suci Ramadhani) dan temannya, Fahira Khairunnisa ditemukan sudah tewas di lokasi kejadian," urainya.

Keluarga korban dibantu warga sempat membawa kedua bocah tersebut ke RS Petumbuan. Namun, kedua korban tak dapat diselamatkan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Galang, Ipda R Sitanggang menyebutkan kedua korban terpeleset dan tercebur ke bekas galian C itu. Keduanya meninggal dunia.

"Info sementara, awalnya bermain-main dan terpeleset," bebernya.

Lubang tambang yang tak direklamasi menjadi masalah tersendiri dalam kegiatan pertambangan di Indonesia. Pada 2020 silam saja, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyatakan sebanyak 24 orang menjadi korban keberadaan lubang tambang. Dengan demikian, total korban mencapai 168 orang sepanjang 2014-2020.

"168 warga jadi korban lubang tambang, dan mayoritas adalah anak-anak," kata Divisi Hukum Jatam Nasional Muhammad Jamil melalui konferensi video, 24 Januari 2021.

Korban tersebar di 15 provinsi. Salah satu area pertambangan di Samarinda, Kalimantan Timur, memakan korban hingga 39 orang, yang mayoritas adalah anak-anak. Beberapa di antaranya meninggal karena tenggelam di lubang tambang. Ada pula yang terbakar karena terjatuh ke dalam lubang tambang yang masih memiliki batubara.

Berdasarkan catatan JATAM pada saat itu, setidaknya masih ada 3.092 lubang tambang yang tersebar di Indonesia. Jumlah paling tinggi ada di Kalimantan Timur dengan 1.735 lubang tambang.

(fnr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK