Rangkuman Covid: Nihil Zona Merah hingga Ribuan Klaster PTM
CNN Indonesia
Rabu, 22 Sep 2021 17:57 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
13 kabupaten/kota di Jawa Tengah sempat ditetapkan sebagai zona merah seiring lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan lalu. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan sejak memasuki September 2021. Selain tren penambahan kasus positif harian yang menurun, rasio kasus positif atau positivity rate juga diklaim lebih rendah dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tren perbaikan juga didukung dengan menurunnya kasus aktif Covid-19 di bawah 50 ribu orang. Selain itu, laporan Satgas Covid-19 juga mengatakan tak ada zona merah di Indonesia. Artinya, tidak ada daerah dengan penularan Covid-19 yang tinggi.
Namun meski terlihat mengalami tren perbaikan, kasus Covid-19 justru banyak ditemukan pada anak yang memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping capaian vaksinasi yang masih rendah, pemerintah juga diminta waspada karena puncak gelombang ketiga kasus Covid-19 diprediksi bakal terjadi di Desember mendatang.
Mulai laporan kasus harian hingga prediksi gelombang tiga Covid-19 di RI, berikut CNNIndonesia.com merangkum informasi seputar Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Kasus Aktif di Bawah 50 Ribu
Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus hari ini, Rabu (22/9) sebanyak 2.720 kasus sehingga total 4.198.678 kasus positif.
Dari angka tersebut, sebanyak 4.008.062 sembuh dan 140.954 kasus meninggal dunia. Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 49.662 orang.
Satgas juga mencatat penambahan capaian vaksinasi Covid-19. Untuk dosis pertama bertambah sebanyak 1.705.044 sehingga total 82.113.788 orang mendapat dosis pertama.
Sedangkan untuk dosis kedua bertambah sebanyak 643.144 sehingga total 46.496.177 orang mendapat dosis kedua.
Nihil Daerah Zona Merah
Data Satgas Covid-19 per 19 September mencatat tidak ada daerah berstatus zona merah Covid-19 di Indonesia. Artinya, tidak ada daerah dengan status tinggi penularan Covid-19 di Indonesia jika berdasar pada data tersebut.
Sepekan sebelumnya, satu daerah tercatat berstatus zona merah yaitu Kota Banda Aceh, Aceh. Kota tersebut kini berada di zona oranye.
Zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan virus corona (Covid-19) turun menjadi 31 kabupaten/kota.
Wilayah itu didominasi daerah di Pulau Sumatra, sementara di Pulau Jawa hanya tersisa Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah dan Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk kategori zona oranye.
Selain itu, tercatat sebanyak 481 wilayah masuk kategori zona kuning atau risiko penularan Covid-19 rendah. Seluruh kabupaten dan kota administrasi di DKI Jakarta masuk dalam kategori ini.
Sedangkan untuk zona hijau alias daerah yang tidak mengalami penambahan kasus dalam sepekan terakhir tercatat terjadi di Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat dan Kabupaten Intan Jaya di Papua.
KIPI Investigasi Siswa Ciamis
Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat, Kusnandi Rusmil mengatakan siswa kelas IX SMK di Kabupaten Ciamis meninggal dunia setelah divaksin karena memiliki penyakit bawaan.
Kusnandi menyebut siswa tersebut sedang sakit dan memiliki komorbid, namun karena dia ingin memulai sekolah maka dia tak jujur soal kondisinya saat akan divaksin Covid-19.
"Jadi itu dia beberapa hari sebelum vaksin sudah sakit. Tetapi sebetulnya dia pintar di sekolah sehingga mau imunisasi supaya masuk sekolah. Beberapa hari sebelumnya, dia sudah sakit dan pada waktu imunisasi masih sakit," kata dia.
Infografis Cara Meredam Long Covid. (Foto: Dok. BNPB)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan belum memutuskan menggunakan Pfizer sebagai vaksin Covid-19 pada anak di bawah usia 12 tahun.
Sebelumnya vaksin Pfizer disebut aman digunakan untuk anak usia 5-11 tahun. Terkait hal ini, Penny mengaku masih menunggu pendaftaran EUA vaksin Pfizer dari FDA Amerika Serikat.
"Menunggu sudah mendapat EUA dari negara asal produknya," kata Penny.
Testing 4 Kali Lipat Standar WHO
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini tingkat positivity rate Covid-19 di Indonesia berada di bawah 3 persen dengan tingkat testing sebanyak empat kali lipat standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).
"Sudah hampir 4 kali lipat dari standarnya WHO dan ini saya lihat juga terus meningkat walaupun positivity rate kita sekarang sudah turun di bawah 3 persen," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin (20/9) malam.
Budi mengungkapkan, tingkat testing di Indonesia saat ini mencapai 1,1 juta orang per minggu. Padahal, kata Budi, panduan WHO menyebutkan agar testing dilakukan terhadap 1 per 1.000 orang setiap minggu untuk positivity rate di bawah lima persen.
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko memprediksi Indonesia berpotensi masuk puncak ketiga virus corona (covid-19) pada Desember 2021. Prediksi gelombang ketiga itu menurutnya bakal terjadi apabila capaian vaksinasi covid-19 nasional tak sampai 50 persen pada akhir tahun 2021.
Selain itu, banyaknya relaksasi atau pelonggaran aktivitas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut menyumbang potensi lonjakan kasus covid-19 di Indonesia terulang kembali, utamanya pada libur panjang Natal dan akhir tahun (Nataru) mendatang.
"Saya perkirakan akan terjadi puncak ketiga itu kalau capaian vaksinasi tak sampai 50 persen dan banyak pelonggaran aktivitas seperti sekarang ini. Prediksi Desember-Januari itu kemungkinan puncak ketiganya," kata Miko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/9).
1.296 Sekolah Jadi Klaster Covid-19
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat sebanyak 2,8 persen atau 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan jumlah itu berdasarkan hasil survei yang pihaknya lakukan terhadap 46.500 sekolah hingga 20 September.
Dalam paparan Jumeri, klaster penyebaran Covid-19 paling banyak terjadi di SD sebesar 2,78 persen atau 581 sekolah. Disusul, 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah. Kemudian SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan sejak memasuki September 2021. Selain tren penambahan kasus positif harian yang menurun, rasio kasus positif atau positivity rate juga diklaim lebih rendah dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tren perbaikan juga didukung dengan menurunnya kasus aktif Covid-19 di bawah 50 ribu orang. Selain itu, laporan Satgas Covid-19 juga mengatakan tak ada zona merah di Indonesia. Artinya, tidak ada daerah dengan penularan Covid-19 yang tinggi.
Namun meski terlihat mengalami tren perbaikan, kasus Covid-19 justru banyak ditemukan pada anak yang memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping capaian vaksinasi yang masih rendah, pemerintah juga diminta waspada karena puncak gelombang ketiga kasus Covid-19 diprediksi bakal terjadi di Desember mendatang.
Mulai laporan kasus harian hingga prediksi gelombang tiga Covid-19 di RI, berikut CNNIndonesia.com merangkum informasi seputar Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Kasus Aktif di Bawah 50 Ribu
Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus hari ini, Rabu (22/9) sebanyak 2.720 kasus sehingga total 4.198.678 kasus positif.
Dari angka tersebut, sebanyak 4.008.062 sembuh dan 140.954 kasus meninggal dunia. Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 49.662 orang.
Satgas juga mencatat penambahan capaian vaksinasi Covid-19. Untuk dosis pertama bertambah sebanyak 1.705.044 sehingga total 82.113.788 orang mendapat dosis pertama.
Sedangkan untuk dosis kedua bertambah sebanyak 643.144 sehingga total 46.496.177 orang mendapat dosis kedua.
Nihil Daerah Zona Merah
Data Satgas Covid-19 per 19 September mencatat tidak ada daerah berstatus zona merah Covid-19 di Indonesia. Artinya, tidak ada daerah dengan status tinggi penularan Covid-19 di Indonesia jika berdasar pada data tersebut.
Sepekan sebelumnya, satu daerah tercatat berstatus zona merah yaitu Kota Banda Aceh, Aceh. Kota tersebut kini berada di zona oranye.
Zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan virus corona (Covid-19) turun menjadi 31 kabupaten/kota.
Wilayah itu didominasi daerah di Pulau Sumatra, sementara di Pulau Jawa hanya tersisa Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah dan Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk kategori zona oranye.
Selain itu, tercatat sebanyak 481 wilayah masuk kategori zona kuning atau risiko penularan Covid-19 rendah. Seluruh kabupaten dan kota administrasi di DKI Jakarta masuk dalam kategori ini.
Sedangkan untuk zona hijau alias daerah yang tidak mengalami penambahan kasus dalam sepekan terakhir tercatat terjadi di Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat dan Kabupaten Intan Jaya di Papua.
KIPI Investigasi Siswa Ciamis
Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat, Kusnandi Rusmil mengatakan siswa kelas IX SMK di Kabupaten Ciamis meninggal dunia setelah divaksin karena memiliki penyakit bawaan.
Kusnandi menyebut siswa tersebut sedang sakit dan memiliki komorbid, namun karena dia ingin memulai sekolah maka dia tak jujur soal kondisinya saat akan divaksin Covid-19.
"Jadi itu dia beberapa hari sebelum vaksin sudah sakit. Tetapi sebetulnya dia pintar di sekolah sehingga mau imunisasi supaya masuk sekolah. Beberapa hari sebelumnya, dia sudah sakit dan pada waktu imunisasi masih sakit," kata dia.
Infografis Cara Meredam Long Covid. (Foto: Dok. BNPB)
BPOM Belum Izinkan Vaksin Pfizer untuk Anak di Bawah 12 Tahun
Petugas Disdukcapil melakukan pengecekan biometrik pada proses perekaman e-KTP untuk pasien disabilitas mental di Yayasan Jamrud Biru di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021). (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan belum memutuskan menggunakan Pfizer sebagai vaksin Covid-19 pada anak di bawah usia 12 tahun.
Sebelumnya vaksin Pfizer disebut aman digunakan untuk anak usia 5-11 tahun. Terkait hal ini, Penny mengaku masih menunggu pendaftaran EUA vaksin Pfizer dari FDA Amerika Serikat.
"Menunggu sudah mendapat EUA dari negara asal produknya," kata Penny.
Testing 4 Kali Lipat Standar WHO
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan saat ini tingkat positivity rate Covid-19 di Indonesia berada di bawah 3 persen dengan tingkat testing sebanyak empat kali lipat standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).
"Sudah hampir 4 kali lipat dari standarnya WHO dan ini saya lihat juga terus meningkat walaupun positivity rate kita sekarang sudah turun di bawah 3 persen," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin (20/9) malam.
Budi mengungkapkan, tingkat testing di Indonesia saat ini mencapai 1,1 juta orang per minggu. Padahal, kata Budi, panduan WHO menyebutkan agar testing dilakukan terhadap 1 per 1.000 orang setiap minggu untuk positivity rate di bawah lima persen.
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko memprediksi Indonesia berpotensi masuk puncak ketiga virus corona (covid-19) pada Desember 2021. Prediksi gelombang ketiga itu menurutnya bakal terjadi apabila capaian vaksinasi covid-19 nasional tak sampai 50 persen pada akhir tahun 2021.
Selain itu, banyaknya relaksasi atau pelonggaran aktivitas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut menyumbang potensi lonjakan kasus covid-19 di Indonesia terulang kembali, utamanya pada libur panjang Natal dan akhir tahun (Nataru) mendatang.
"Saya perkirakan akan terjadi puncak ketiga itu kalau capaian vaksinasi tak sampai 50 persen dan banyak pelonggaran aktivitas seperti sekarang ini. Prediksi Desember-Januari itu kemungkinan puncak ketiganya," kata Miko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/9).
1.296 Sekolah Jadi Klaster Covid-19
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat sebanyak 2,8 persen atau 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan jumlah itu berdasarkan hasil survei yang pihaknya lakukan terhadap 46.500 sekolah hingga 20 September.
Dalam paparan Jumeri, klaster penyebaran Covid-19 paling banyak terjadi di SD sebesar 2,78 persen atau 581 sekolah. Disusul, 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah. Kemudian SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah.