Harta Azis Syamsuddin Rp100 M, Naik Dua Kali Lipat Sejak 2014

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 18:58 WIB
Sejak 2014 silam data LHKPN Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tercatat naik dua kali lipat menjadi Rp100,3 miliar. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tersangka kasus suap dana alokasi khusus (DAK) Provinsi Lampung Tengah, Azis Syamsuddin memiliki harta mencapai Rp100,3 miliar. Harta kekayaannya naik hampir dua kali lipat sejak periode pertama menjadi anggota DPR pada 2009-2014.

Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta Azis untuk yang dilaporkan 22 April 2021/periodik 2020 mencapai Rp100.321.069.365. Pada LHKPN 2014, harta Azis hanya di angka Rp59,4 miliar.

Selama pandemi Covid-19, kekayaan Azis juga meningkat sekitar Rp3,7 miliar. Pada tahun lalu, harta Azis berada di angkat Rp96,6 miliar.


Kekayaan terbesar Azis berbentuk tanah dan bangunan. Wakil Ketua Umum Golkar itu memiliki 7 tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Bandar Lampung. Total nilai aset-aset itu adalah Rp89,5 miliar.

Azis juga tercatat memiliki enam kendaraan bermotor dengan total nilai Rp3,5 miliar. Kendaraan paling mahal yang dimilikinya adalah Toyota Land Cruiser Jeep tahun 2016 seharga Rp1,59 miliar.

Wakil Ketua DPR juga melaporkan punya harta bergerak lainnya senilai Rp274,8 juta. Azis juga memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp7 miliar.

Sebelumnya, KPK menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus suap DAK Provinsi Lampung Tengah tahun 2017. Ia pernah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akibat kasus yang sama.

Kasus mencuat ke publik usai media massa lokal Lampung mengutip pengakuan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa di luar sidang. Mustafa menyebut penerimaan fee 8 persen terkait DAK oleh Aziz yang saat itu menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Azis juga terseret dalam dua kasus dugaan korupsi lainnya. KPK masih menangani keterlibatan Azis dalam dugaan korupsi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

(dhf/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK