3 Hari Berlalu, Kebakaran Lahan Konsesi di Sumsel Belum Padam

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 02:12 WIB
Petugas kesulitan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan hingga Kamis (23/9). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan sudah berlangsung tiga hari dan belum berhasil dipadamkan. Ilustrasi (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan sudah berlangsung tiga hari dan belum berhasil dipadamkan. Lokasi kebakaran berada di kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit PT RAJ.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera KLHK Ferdian Krisnanto mengatakan tim pemadaman belum bisa mencapai titik api. Angin kencang yang kerap berubah arah juga menyulitkan petugas di lapangan.

"Kondisi sumber air masih ada, namun bahan bakaran banyak menumpuk sehingga kebakaran masih terus terjadi. Tadi sempat hujan ringan di lokasi sehingga membuat asap di lokasi semakin pekat," ujar Ferdian, Kamis (23/9).


Ferdian menyebut tim pemadaman dari unsur Manggala Agni, BPBD OKI, serta petugas pemadaman PT RAJ masih berjibaku untuk memadamkan api. Satgas udara pun menerjunkan empat helikopter untuk memadamkan api tersebut.

Petugas pemadam berupaya melokalisir kebakaran dan melakukan penyekatan agar api tidak membakar kawasan gambut.

"Kebakaran ini di dalam konsesi, untuk luasan masih perlu konfirmasi dari perusahaan. Di lokasi ini tahun lalu tidak terbakar, informasi dari PT RAJ tahun 2015 terakhir terbakar lokasi tersebut," katanya.

Ferdian berhadap turun hujan dalam waktu dekat untuk membantu upaya pemadaman. Menurutnya, apabila kebakaran tak kunjung padam, asap berpotensi mengarah ke Palembang.

"Kalau ini belum tuntas, bisa jadi ada potensi asap mengarah ke Palembang. Kalau prediksi BMKG hujan, akan sangat membantu," katanya.

Sementara Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan pemadaman masih mengandalkan Satgas Udara karena jalur darat belum optimal. BPBD mengerahkan empat helikopter untuk melakukan pemadaman di lokasi tersebut. Total 164 kali water bombing dilakukan, namun kondisi lahan masih terus berasap.

"Sumber air masih ada di lokasi, masih terlihat basah walaupun sumber dengan titik kebakaran cukup jauh. Kedalaman gambut di wilayah Pedamaran Timur tidak terlalu dalam kisaran satu meter di lokasi yang terbakar itu. Kondisi hotspot sekarang juga tidak terlihat api tapi asap cukup tebal," ujar Ansori.

Luasan lahan yang terbakar di lokasi tersebut pun masih belum bisa diperkirakan karena tim darat belum bisa mencapai lokasi titik api. Pada Rabu (22/9) petang, diperkirakan lima hektare yang terbakar. Lahan yang terbakar diperkirakan akan terus meluas apabila pemadaman belum tuntas.

"Selain di Pedamaran OKI, ada karhutla di beberapa titik lain seperti di Kecamatan Pampangan, OKI. Namun wilayah lain relatif lebih mudah dipadamkan termasuk di wilayah Ogan Ilir, ujarnya.

Karhutla yang terjadi sejak Selasa (21/9) siang sempat menyebabkan kabut asap di Kota Palembang dan sekitarnya. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, asap akibat kebakaran hutan dan lahan terasa saat warga memulai aktivitas pada subuh hari.

Andhiko (35) warga Perumahan OPI Jakabaring Palembang mengatakan asap mulai terasa sejak dirinya pergi bekerja pada pukul 06.00.

"Asap sangat terasa, padahal pakai masker. Di jalan itu terlihat kabutnya membuat jalan agak samar. Sampai sekitar hampir jam sembilan pagi asap mulai hilang," katanya.



(idz/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK