Kabut Asap Sempat Selimuti Palembang Akibat Karhutla

CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 13:13 WIB
Kota Palembang sempat diselimuti kabut asap sekitar pukul 06.00 sampai 09.00 WIB, akibat karhutla yang terjadi sehari sebelumnya. Kota Palembang dan sekitarnya dilanda kabut asap hari ini, Rabu (22/9), sejak pukul 06.00 WIB akibat kebakaran hutan yang terjadi sehari sebelumnya. (CNN Indonesia/ Hafidz)
Palembang, CNN Indonesia --

Kota Palembang dan sekitarnya dilanda kabut asap pada pagi hari, Rabu (22/9), akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sehari sebelumnya di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Kabut asap bertahan hingga sekitar pukul 09.00 WIB hingga akhirnya menghilang akibat udara panas. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, asap akibat kebakaran hutan dan lahan terasa saat warga memulai aktivitas pada subuh hari.


Andhiko (35) warga Perumahan OPI Jakabaring Palembang mengatakan, asap mulai terasa sejak dirinya pergi bekerja pada pukul 06.00 WIB.

"Asap sangat terasa, padahal pakai masker. Di jalan itu terlihat kabutnya membuat jalan agak samar. Sampai sekitar hampir jam sembilan pagi asap mulai hilang," ujar dia.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori membenarkan karhutla di wilayah Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI). Lahan yang terbakar di Kecamatan Pedamaran, OKI sebagian merupakan gambut sementara di OI merupakan lahan mineral.

"Yang di OI ada dua hotspot, berhasil dipadamkan setelah melakukan water bombing sebanyak 24 kali. Sementara yang di Pedamaran, OKI ada lima hotspot dan bisa dipadamkan setelah 32 kali water bombing," ujar Ansori.

Pihak BPBD Sumsel saat ini masih menunggu laporan resmi dari petugas BPBD Kabupaten untuk laporan rincinya. Masih belum diketahui status dan kepemilikan lahan yang terbakar tersebut serta luasannya. Lokasi karhutla di OKI diketahui sulit dijangkau oleh petugas lapangan melalui jalur darat.

"Sekarang di kedua wilayah itu sudah padam, petugas masih melakukan patroli hari ini untuk memastikan api benar-benar padam," ujar Ansori.

Sementara itu Kepala BMKG SMB II Palembang Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, saat ini cuaca masih dalam masa transisi dari musim kemarau ke hujan. Kondisi transisinya saat ini ekstrem, kadang panas terik namun kadang hujan deras tiba-tiba.

Berdasarkan informasi partikulat meter (PM2,5) BMKG, kandungan partikel udara yang berukuran lebih kecil di Palembang pada Rabu (22/9) berada di level sedang dengan angka tertinggi 58,50 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00. Angka berangsur menurun hingga tercatat pada pukul 10.00 sekitar 44,70 mikrogram per meter kubik.

Dirinya menegaskan bahwa fenomena yang terjadi pagi tadi di Palembang merupakan kabut dan bau asap yang terbawa udara.

"Yang muncul di pagi hari ini itu Fog atau partikel basah biasa kita sebut kabut. Di masa transisi di musim kemarau pun bisa terjadi. Kabut itu karena adanya afeksi massa udara yang hangat dan permukaan tanah yang dingin menyebabkan kondensasi," jelas dia.

(idz/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK