Kronologi Warga Cilacap Gagal Aksi Saat Kunjungan Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 14:56 WIB
Polda Jawa Tengah menjelaskan pemanggilan enam calon pekerja migran yang hendak aksi membentangkan poster di hadapan rombongan Jokowi di Cilacap. Presiden Joko Widodo saat akan mengunjungi Cirebon dan Kuningan dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat, Selasa (31/8). (Foto: Arsip Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Jawa Tengah menjelaskan kronologi para calon pekerja migran yang berniat menyampaikan aspirasi melalui pembentangan spanduk saat Presiden Joko Widodo berkunjung di Cilacap, Kamis (23/9). Polisi membantah kabar penangkapan dua orang warga saat kunjungan tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Alqudusy mengatakan saat pengamanan kunjungan Jokowi, polisi mendeteksi rencana pembentangan poster oleh calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di sepanjang Jalan Ketapang menuju SMAN 5.

Mereka membawa berbagai macam poster bertuliskan 'Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea', 'Tolong kami Pak Jokowi CPMI mangkrak 2 tahun', 'Kami pahlawan devisa #Save CPMI GTOG Korea Selatan', 'Pak Jokowi tolong kami CPMI GTOG Korea Selatan yang mangkrak penempatan hampir 2 tahun'.


"Ada beberapa petugas dari Polri serta stakeholder terkait yang melihat kejadian itu. Mereka didatangi dan ditanya tentang kenapa mereka bergerombol. Ini kan masa pandemi," kata Iqbal dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Selanjutnya, dilakukan pertemuan dengan enam perwakilan massa CPMI untuk membahas soal tujuan aksi mereka.

"Kami memanggil dan mengajak diskusi perwakilan CPMI sebanyak enam orang berniat menyampaikan aspirasi dengan membentangkan poster kepada presiden terkait BP2MI menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Korea saat pandemi Covid-19," tutur Iqbal.

Saat itu, kata Iqbal, Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Djati W. Abadhy melakukan pendekatan dan penjelasan kepada keenam orang tersebut. Iqbal mengklaim mereka menerima penjelasan polisi.

"Selanjutnya permasalahan akan disampaikan kepada pemerintah daerah setempat untuk tetap memperhatikan nasib CPMI," ucap Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan pihaknya juga berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Cilacap untuk memfasilitasi para calon tenaga kerja Korea dan Taiwan agar tercapai solusi dan menentukan jalan yang terbaik.

"Hal ini bertujuan agar aksi massa susulan dapat diantisipasi, karena jumlahnya ribuan CPMI," ujarnya.

Sebelumnya, dua orang warga ditangkap polisi dan ormas berpakaian loreng oranye saat Jokowi akan melintas dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Cilacap, Kamis (23/9). Salah satu anggota ormas yang ikut menangkap, mengaku mencurigai dua orang itu sejak awal.

"Saat bapak Presiden mau masuk, tiba-tiba ada gerakan dari mereka, akhirnya perasaan curiga kita timbul, dari pihak kepolisian sendiri langsung menangkap orang tersebut," kata Suarko, salah satu anggota ormas, dikutip Detikcom.

Belakangan ini, sejumlah pengamanan kunjungan kerja Jokowi ke beberapa daerah diwarnai aksi penangkapan terhadap masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya lewat poster ataupun spanduk.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Universitas Sebelas Maret (UNS) diwarnai penangkapan 10 mahasiswa, Senin (13/9). Mereka ditangkap setelah membentangkan poster di Jalan ir Sutami yang dilalui Presiden Jokowi.

Di daerah lain, seorang pemuda ditangkap saat membentangkan poster berisi kritik saat kunjungan Jokowi di Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta bawahannya untuk melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden Jokowi secara humanis dan tak reaktif. Hal itu tertuang dalam surat telegram (ST) nomor STR 862/IX/PAM.III/2021.

(dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK