Usai Diamankan, 8 Pedemo di Depan Istana Dipulangkan

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 00:59 WIB
Delapan orang anggota FPR yang menggelar demo di depan Istana sempat dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Mereka dinilai tak mematuhi ketentuan PPKM Level 3 di DKI. Delapan orang dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) diamankan saat demo di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (23/9) siang. Mereka sudah dipulangkan setelah dimintai keterangan di Polres Jakarta Pusat. Ilustrasi (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Delapan orang dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) diamankan saat demo di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (23/9) siang. Mereka sudah dipulangkan setelah dimintai keterangan di Polres Jakarta Pusat.

"Terhadap mereka yang kami amankan adalah rekan-rekan dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) sejumlah delapan orang," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo K. Heriyatno, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9), dikutip dari Detik.com.

Setyo mengatakan delapan orang tersebut menyadari kesalahannya dan berjanji tak melakukan aksi di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, delapan orang ini sudah dijemput orang tua masing-masing.


"Untuk saat ini mereka telah kami pulangkan dengan dijemput oleh orang tuanya," ujarnya.

Setyo menyebut delapan anggota FPR itu berdemo berkaitan dengan Hari Tani Nasional dan tidak mengantongi izin. Ia menjelaskan delapan orang tersebut diamankan karena tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Seperti yang kita ketahui pada saat ini, wilayah DKI Jakarta ditetapkan dalam status PPKM Level 3 dan terjadi peningkatan kegiatan masyarakat dalam melakukan penyampaian pendapat di muka umum tanpa izin/pemberitahuan kepada aparat yang berwenang yang berpotensi menimbulkan kerumunan," katanya.

Lebih lanjut, Serya mengatakan kedelapan orang tersebut diamankan untuk pembelajaran bagi masyarakat lainnya bahwa penyampaian pendapat di muka umum dilarang di tengah pandemi Covid-19.

"Hal ini juga sebagai pembelajaran kepada masyarakat yang lain bahwa penyampaian pendapat di muka umum yang dapat menimbulkan kerumunan adalah dilarang dan penegakan protokol kesehatan Covid-19 tetap akan dilakukan di masa PPKM level 3 di DKI Jakarta," katanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(tim/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK