Pemerintah Pastikan APBN Hadir Ringankan Beban Masyarakat

KPCPEN, CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 18:20 WIB
Hingga Agustus 2021 realisasi belanja APBN 2021 tumbuh 1,5 persen menjadi Rp1.560,8 triliun, dimana selalu dipotimalkan untuk membantu masyarakat. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi tidak hanya berdampak pada persoalan kesehatan, tetapi juga pada sosial ekonomi masyarakat luas. Untuk itu, pemerintah terus berupaya meringankan beban masyarakat termasuk dengan memberikan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa penyerapan APBN selalu dioptimalkan untuk membantu seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Hingga Agustus 2021, realisasi belanja APBN tahun anggaran 2021 tumbuh 1,5 persen menjadi Rp1.560,8 triliun.

"Kinerja APBN yang baik mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah memastikan APBN hadir di seluruh aspek kehidupan masyarakat," ujar Johnny, Jumat (24/9).


Menkominfo memaparkan, realisasi belanja barang K/L tumbuh 60,4 persen atau mencapai Rp255,2 triliun. Kenaikan didominasi belanja Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PUPR, Kementerian Agama, dan Badan Layanan Umum (BLU) Kelapa Sawit.

Belanja APBN berperan penting dalam pemberian bantuan sosial kepada 11,8 juta pelaku usaha mikro, membiayai perawatan untuk 453,28 ribu pasien Covid-19, dan penyaluran Bantuan Operasional Sekolah kepada 7,6 juta siswa sekolah Kementerian Agama.

"Belanja barang oleh Pemerintah harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat," ujar Johnny.

Selain itu, Menkominfo Johnny mengatakan bahwa realisasi belanja modal dalam APBN yang mencapai Rp102,6 triliun menunjukkan upaya pemulihan kegiatan ekonomi produktif. Kenaikan didominasi Kementerian PUPR, Kepolisian, Kementerian Pertahanan, dan Kemenhub. Belanja modal untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

"Realisasi anggaran perlindungan sosial untuk penyaluran bantuan sosial, subsidi, dan bantuan pemerintah lainnya," katanya.

Hingga 31 Agustus 2021, lanjut Menkominfo, Kartu Sembako juga telah disalurkan kepada 16,1 juta keluarga, PKH kepada 9,9 juta keluarga, bantuan sosial tunai kepada 10 juta keluarga, Kartu Prakerja untuk 3,6 juta peserta, subsidi upah untuk 2,1 juta pekerja, diskon listrik kepada 32,6 juta rumah tangga 450VA dan 900VA, dan BLT Desa kepada 5,5 juta kelompok penerima.

Di bidang kesehatan, realisasi belanja APBN sangat berperan penanganan Covid-19 dan PBI JKN, yang di antaranya meliputi pengadaan vaksin 94,5 juta dosis, insentif kepada 941,4 ribu tenaga kesehatan di pusat, dan pembayaran 96,5 juta masyarakat tidak mampu semuanya menggunakan APBN.

Sementara itu, realisasi belanja subsidi oleh pemerintah mencapai Rp64,1 triliun. Jumlah ini terdiri dari realisasi penyaluran 8.848,1 ribu kilo liter BBM, 4.299,8 juta kg LPG, 37,68 juta pelanggan listrik, dan 36,6 Twh volume konsumsi listrik.

Menkominfo mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan realisasi belanja hingga akhir tahun ini. Sebagai bagian dari instrumen kebijakan fiskal, APBN ditujukan untuk menstimulasi kegiatan ekonomi sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

"Pada masa pandemi seperti ini, APBN berperan besar dalam menopang ekonomi bangsa Indonesia. Melalui alokasi anggaran yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam konteks penanganan pandemi, APBN menjadi salah satu bukti nyata kehadiran negara bagi seluruh rakyatnya," pungkas Menkominfo. 

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK