Muktamar NU Bahas Uang Kripto hingga Utang Ribuan Triliun RI

CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 18:27 WIB
PBNU akan membahas pelbagai masalah aktual dalam muktamarnya kali ini, di antaranya soal uang kripto sampai utang RI. PBNU akan membahas pelbagai masalah aktual dalam muktamarnya kali ini, di antaranya soal uang kripto sampai utang RI. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, membeberkan hal-hal yang akan dibahas dalam Muktamar NU ke-34 mulai dari hukum mata uang crypto hingga pandangan mengenai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Sadi Aqil mengatakan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi besar NU ini memutuskan muktamar ke-34 akan membahas masalah sosial keagamaan,.

"Di bidang Waqi'iyah (aktual) akan dibahas hukum gelatin daging berbasis sel dan hukum mata uang kripto atau crypto currency, " ujar Said Aqil saat memberi sambutan di Munas NU, yang disiarkan kanal Youtube Televisi Nahdlatul Ulama, Sabtu (25/9).


Di bidang Maudhuiyah (tematik) akan dibahas konsep moderatisme NU dalam politik. "Metode istinbath maqasidi (hukum berdasarkan kemaslahatan), ini juga sudah pernah sebenarnya tapi untuk memperkuat kembali. Dan pandangan Islam tentang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)," lanjutnya.

Di bidang Qanuniyah (perundang-undangan), akan menelaah UU No.1 tahun 65 tentang penodaan agama, RUU Minuman Beralkohol, serta carbon tax dan carbon trading.

Saran ke Pemerintah

Adapun materi konferensi besar akan dibagi ke dalam komisi organisasi, program dan rekomendasi.

Komisi rekomendasi antara lain akan membahas dan mendiskusikan perlunya pemerintah berhati-hati dalam pengelolaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar tepat guna dan sesuai target.

"Jangan sampai dengan dalih pandemi uang negara dihamburkan. Pemerintah juga perlu waspada dengan jumlah hutang yang naik pesat," katanya.

Pada tahun 2019, jumlah utang Indonesia mencapai Rp4 ribu triliun sekarang menjadi Rp6 ribu triliun. "Pengendalian hutang perlu agar Indonesia tidak terperangkap di masa depan," pungkasnya.

Diketahui Muktamar NU seharusnya digelar pada Oktober 2020 lalu. Namun, karena pandemi Covid-19 merebak agenda tersebut baru belum bisa dilangsungkan.

Untuk memutuskan jadwal Muktamar, PBNU menyelenggarakan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Jakarta pada Sabtu-Minggu, 25-26 September 2021.

(isa/asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK