Eks FPI Bentuk Perisai Bangsa, Gelar Nobar Film G30S/PKI

CNN Indonesia | Minggu, 26/09/2021 14:08 WIB
Sejumlah mantan pengurus FPI Surabaya enggan bergabung dengan Front Persaudaraan Islam. Mereka lalu membentuk ormas baru Perisai Bangsa. Ilustrasi anggota FPI (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sejumlah mantan anggota dan pengurus Front Pembela Islam (FPI) di Surabaya mendirikan sebuah organisasi masyarakat baru bernama Perisai Bangsa. Deklarasi dilakukan pada hari ini, Minggu (26/9).

Mereka mengklaim bakal menjaga persatuan dan mencegah perpecahan. Perisai Bangsa juga tidak mau Indonesia seperti Afghanistan yang saat ini dipimpin Taliban.

"Perisai Bangsa merupakan ormas berasaskan Pancasila dan UUD 1945," kata mantan Wakil Ketua FPI Surabaya Habib Umar Al Athos, Minggu (26/5).


Di Perisai Bangsa, Al Athos menjadi Ketua. Dia didampingi mantan Wali Laskar FPI Surabaya Gus Din yang menjabat sebagai sekretaris ormas Perisai Bangsa.

Dalam waktu dekat, Perisai Bangsa akan menggelar nonton bareng film G30S/PKI. Di kegiatan itu Perisai Bangsa juga akan mengundang banyak tokoh masyarakat untuk berdialog.

"Mungkin akan dimulai dengan nonton bareng [G30S/PKI]," kata Umar.

Umar sengaja mendirikan Perisai Bangsa lantaran enggan bergabung dengan Front Persaudaraan Islam atau yang disebut sebagai FPI gaya baru.

Dia menjelaskan bahwa Perisai Bangsa didirikan untuk menjaga keutuhan Indonesia serta melindungi negara dari perpecahan dan permusuhan antar suku, agama dan golongan. Mereka tak mau Indonesia menjadi seperti Afghanistan.

"Kami menghindari perpecahan antar suku, agama dan bangsa. Jangan sampai peristiwa seperti Taliban di Afganistan terjadi di Indonesia," ucapnya.

Umar mengatakan bahwa Perisai Bangsa tidak hanya beranggotakan mantan pengurus, anggota dan simpatisan FPI, tetapi juga terbuka bagi berbagai elemen masyarakat lain.

"Perisai Bangsa juga ada dari elemen Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya," kata dia.

(frd/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK