Survei Indikator: Kepuasan pada Jokowi Turun Sejak 2019

CNN Indonesia | Minggu, 26/09/2021 15:43 WIB
Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan kepuasan publik pada Jokowi sebesar 72 persen pada 2019. Kini, hanya sekitar 50 persen. Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun sejak 2019 (Arsip Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan tren kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mengalami penurunan sejak 2019 lalu. Penilaian bersifat umum atau tidak hanya terkait dengan penanganan pandemi virus corona.

"Penilaian secara umum ada penurunan, bukan hanya karena PPKM. Tren kepuasan terhadap presiden itu 58 persen, memang masih di atas 50 persen tapi terlihat penurunannya cukup drastis," kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi dalam webinar, Minggu (26/9).

Berdasarkan data IPI, tingkat kepuasan pada Presiden Jokowi menurun sejak September 2019. Pada saat itu, kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi berada di angka 72 persen.


Tren kepuasan terhadap Jokowi semakin menurun, pada Februari 2020 menjadi 70 persen, Mei 2020 di angka 66 persen, lalu Juli 2020 di angka 65 persen.

Memasuki 2021, tren tersebut juga menurun seperti di Februari menjadi 63 persen, Juli 59 persen, dan terakhir, pada September ini di angka 58 persen.

Menurut sosio-demografi, kalangan pria cenderung lebih tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi yaitu sebesar 39,2 persen sementara perempuan 33,5 persen.

Survei juga menunjukkan semakin rendah pendidikan responden, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi semakin tinggi.

Pada jenjang pendidikan SD contohnya, 60 persen responden mengaku puas dengan kinerja Presiden Jokowi, pada tingkat SMP 53 persen mengaku puas, dan tingkat SMA 61 persen mengaku puas.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi terbilang rendah pada responden dengan jenjang pendidikan hingga bangku kuliah yang hanya 50 persen.

"Semakin tinggi tingkat pendidikan, tingkat kepuasan terhadap presiden makin menurun," ujar Burhanuddin.

Kemudian tingkat kepuasan pada kinerja Presiden Jokowi tinggi pada responden dengan pendapatan di bawah Rp1 juta. Sebanyak 63,1 persen responden berpendapatan di bawah Rp1 juta per bulan mengaku puas dengan kinerja Jokowi.

Sementara pada responden dengan pendapatan lebih dari Rp4 juta, tingkat kepuasan terhadap Jokowi menurun menjadi 53,6 persen.

Survei juga menunjukkan kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi lebih tinggi pada responden usia di atas 55 tahun. Pada usia ini, 63,6 persen responden mengaku puas dengan kinerja Presiden Jokowi.

Semakin muda usia, tingkat kepuasan pada kinerja Presiden Jokowi makin menurun. Pada responden usia 41-55 tahun tingkat kepuasan di angka 57,5 persen, 26-40 tahun menjadi 57,4 persen, 22-25 tahun 52,9 persen.

Sementara pada generasi Z di bawah 21 tahun, tingkat kepuasan pada kinerja Presiden Jokowi di angka 57 persen.

Responden dengan agama Islam juga tercatat lebih puas dengan kinerja Jokowi mencapai 58,7 persen, gabungan agama lainnya mencatat kepuasan terhadap kinerja Jokowi 53,4 persen.

"Kepuasan relatif merata di kelompok gender, lebih besar pada usia semakin tua, muslim, etnis Madura, pendidikan dan pendapatan cenderung semakin rendah, di pedesaan, di Banten, Jateng, DIY, Bali-Nusa dan Maluku-Papua," katanya.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara daring dan telepon kepada 1.200 responden yang dipilih secara acak. Responden survei merupakan peserta yang sebelumnya pernah mengikuti survei IPI dalam kurun waktu Maret 2018-Juni 2021.

Sampel dipilih secara acak dari seluruh provinsi secara proporsional. Margin of error sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(mln/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK