BEM SI Ancam Gelar Aksi Besar-Besaran soal TWK KPK

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 17:35 WIB
BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) menjanjikan bakal menggelar demo lanjutan dengan rencana aksi skala nasional merespons pemecatan pegawai KPK. BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) menjanjikan bakal menggelar demo lanjutan dengan rencana aksi skala nasional merespons pemecatan pegawai KPK. Foto: CNN Indonesia/ Ryan Hadi
Jakarta, CNN Indonesia --

Humas Aksi Nasional BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) Joji Kuswanto mengancam akan mengelar demo lanjutan secara besar-besaran dengan skala nasional. Namun, ia belum memastikan tanggal aksi besar-besaran tersebut.

"Aksi akan dilaksanakan kembali, untuk tanggalnya akan ada pemberitahuan dari aliansi," ujar Jodi.

Aksi berikutnya dilakukan masih merespons pemecatan 57 pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Pada 30 September nanti, 57 pegawai tersebut secara resmi dipecat.


"Kita maknai (gerakan) sebagai G30S TWK," tambah Jodi.

Dalam aksi yang dilakukan hari ini, Senin (27/9) sempat terjadi bentrok dan beberapa kali saling dorong antar polisi dan massa aksi. Sebabnya, polisi menghalau massa aksi masuk ke halaman depan Gedung Merah Putih KPK.

GASAK sendiri menghimpun komunitas dan organisasi BEM berbagai universitas. GASAK menyampaikan lima tuntutan dan menjanjikan akan mengadakan aksi di kemudian hari.

Lima tuntutan tersebut adalah mendesak Ketua KPK mencabut SK 652 tentang pemberhentian pegawai KPK yang tidak lolos TWK. Kedua, menuntut presiden untuk bertanggungjawab atas upaya pelemahan KPK dengan mengangkat 57 pegawai tersebut menjadi ASN.

Selain itu, massa aksi menuntut Ketua KPK Firli Bahuri untuk mundur dari jabatannya karena dianggap telah gagal menjaga marwah KPK serta menuntut KPK mengembalikan muruah dan semangat pemberantasan korupsi.



Tuntutan terakhir, massa aksi meminta KPK menyelesaikan kasus korupsi besar seperti BLBI, benih lobster, hingga suap KPU Harun Masiku.

KPK enggan menanggapi tuntutan massa aksi Aliansi BEM SI dan GASAK lewat aksi demonstrasi di dekat Gedung Merah Putih.

Lembaga antirasuah lebih memilih melanjutkan tugas-tugas pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"KPK tetap fokus terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi sehingga kami tidak ingin berdinamika menanggapi isu ini," ujar Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Senin (27/9).

(cyn/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK