UPDATE CORONA 28 SEPTEMBER

Rangkuman Covid: Vaksinasi Aceh Ricuh, Testing RI Belum Ideal

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 17:52 WIB
Rangkuman peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, Selasa (28/9). Ilustrasi Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penambahan kasus virus corona (covid-19) di Indonesia mengalami penurunan sepanjang September ini. Kendati demikian, ancaman lonjakan kasus covid-19 yang disebut gelombang ketiga berpotensi terjadi lantaran mendekati momen libur Natal dan Tahun Baru 2022, dan bahkan bisa terjadi pada Maret 2022.

Selain itu mutasi virus SARS-CoV-2 yang terus berkembang dan memiliki karakteristik baru turut menjadi faktor sebaran kasus masif dan agresif, hingga sebagian disebut mampu memperburuk gejala klinis, dan bahkan mampu menghindari antibodi dari vaksin covid-19.

Pemerintah juga memastikan program vaksinasi nasional akan digenjot untuk mencapai kekebalan komunal. Kendati demikian, masih ada sejumlah daerah yang capaian vaksinasinya rendah, hingga daerah yang warganya menolak untuk disuntik vaksin covid-19, seperti yang baru-baru ini terjadi di Aceh.


CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, Selasa (28/9) sebagaimana berikut:

Kisruh Vaksinasi di Aceh

Tim vaksinasi dari Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya dibubarkan oleh pedagang ikan dan warga di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), Ujong Serangga Kecamatan Susoh, Selasa (28/9).

Alasan pembubaran itu, diduga karena para pedagang ikan tidak mau divaksin. Dalam aksi protes tersebut, para nelayan meneriakkan jika mereka tidak mau di vaksin.

Menurut informasi yang diperoleh, para pedagang ikan merasa kesal dan marah, atas kedatangan petugas vaksinasi di PPI Ujung Serangga Susoh dengan secara tiba-tiba. Mereka menilai kedatangan petugas vaksin membuat dagangan mereka jadi sepi pembeli.

Jokowi Dijadwalkan Dapat Booster Vaksin di 2022

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah pejabat tinggi negara dijadwalkan baru akan menerima suntikan dosis ketiga atau booster vaksin covid-19 pada 2022 mendatang.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi memastikan untuk saat-saat ini, booster vaksin covid-19 hanya diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes), asisten nakes, dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Hal itu tertuang dalam SE HK.02/I/1919/2021 yang diterbitkan pada 23 Juli 2021.

Kendati demikian, Nadia tak menginformasikan lebih lanjut, jenis vaksin covid-19 apakah yang bakal diberikan kepada mantan wali kota Solo itu. Nadia menyebut, saat ini Kemenkes masih menyusun kebijakan booster vaksin covid-19 untuk non-nakes.

Gelombang Tiga Covid Dikhawatirkan Serang Warga Belum Vaksin

Ahli Biostatistik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan memprediksi capaian warga Indonesia yang sudah menerima vaksin virus corona minimal dosis pertama baru mencapai 55 persen pada akhir tahun nanti. Sementara terkini vaksinasi dosis pertama baru mencapai sekitar 42 persen.

Kondisi itu menurutnya menimbulkan kekhawatiran baru lantaran gelombang ketiga covid-19 yang diprediksi akan terjadi pada Desember 2021 hingga Januari 2022 akan menyasar 45 persen warga yang belum menerima vaksin covid-19.

Kaltim Terbanyak Varian Delta di Luar Jawa

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi provinsi di luar Pulau Jawa yang menempati urutan teratas daerah dengan sebaran kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B1617.2.

Sementara secara nasional, Kaltim menduduki urutan tiga teratas dengan temuan varian Delta dari 364 spesimen warga Kaltim yang diperiksa menggunakan teknis pencarian strain virus baru, Whole Genome Sequence (WGS).

RI Perketat Kedatangan dari AS dan Turki Imbas Lonjakan Covid

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK