Kapolri Minta Pengejaran Sisa Buron Teroris Poso Proporsional

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 23:17 WIB
Penegakan hukum terhadap anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tersisa diminta dilakukan secara proporsional. Ilustrasi pengejaran teroris di Poso, Sulteng. (Foto: ANTARA FOTO/Rangga Musabar/bmz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anak buahnya melakukan penegakan hukum secara proporsional terhadap anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tersisa.

Upaya itu diketahui masih dilakukan pasca pimpinan MIT Poso Ali Kalora tewas tertembak dalam kontak senjata pada Sabtu (18/9).

"Lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap target yang tersisa," kata Listyo dalam pengarahannya ke anggota Satgas Madago Raya, Selasa (28/9).


Selain itu, Listyo memberikan arahan agar jajarannya dapat melakukan penindakan hukum secara tegas dan terukur kepada buronan yang tersisa. Pengejaran terhadap empat orang itu, kata dia, harus tetap diupayakan.

Ia mengatakan bahwa anggota TNI-Polri yang bertugas di Poso harus tetap meningkatkan sinergi dan solidaritas meski pimpinan MIT Poso sudah ditembak mati.

Jenderal bintang empat itu menegaskan bahwa aparat tak boleh kalah dari kelompok intoleran dan terorisme.

"Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT," jelasnya.

Saat ini, tersisa empat anggota MIT Poso yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Mereka ialah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Satgas Madago Raya pun telah menyebar foto dan identitas buronan itu ke sejumlah lokasi. Mereka meminta agar masyarakat yang mengetahui keberadaan empat DPO tersebut agar segera menghubungi Polres Poso melalui nomor 085298562999, Polres Sigi 082190690191, atau Polres Parimo melalui 082260088723.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwahid mengatakan pasca tewasnya Ali Kalora, kelompok tersebut berpotensi akan memilih pemimpin baru.

Sebab, dalam konteks Islam, ketika terdapat dua orang yang bersama harus ada yang menjadi sosok pemimpin. Adapun orang yang dipilih adalah yang memiliki wibawa, pengaruh, kompeten, atau paling berani.

"(Pemimpinnya) pasti akan ditunjuk. Itu sudah pasti, hanya belum saja, hanya belum saja," ujar Ahmad saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/9).

(mjo/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK