Kronologi Pemandu Wisata Digigit Komodo di Resort Loh Buaya

CNN Indonesia | Kamis, 07/10/2021 22:50 WIB
Seorang pemandu wisata alam SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo, Anton digigit komodo. Berikut kronologinya. Seorang pemandu wisata alam SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo, Anton digigit komodo. Ilustrasi. (AFP/ROMEO GACAD).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pemandu wisata alam (naturalist guide) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Anton digigit oleh komodo saat bertugas di Resort Loh Buaya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengelola Ekosistem Hutan Taman Nasional Komodo, Muhammad Ikbal Putera mengatakan kejadian itu terjadi pada 28 September 2021 pukul 16.50 WITA.

Ikbal menjelaskan, kejadian bermula ketika Anton sedang melaksanakan pengamanan pada area kerja penataan sarpras wisata alam Resort Loh Buaya.


Namun, Anton terjatuh saat hendak menjaga dan menjauhkan biawak komodo agar tidak berada terlalu dekat dengan para tenaga kerja lain di Resort Loh Buaya. Saat itu lah, kata Ikbal, Anton digigit oleh komodo.

"Seketika, biawak komodo dewasa tersebut menyergap pangkal paha Anton dengan cepat," kata Ikbal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/10).

Ikbal berkata, saat itu Anton berusaha untuk melepaskan gigitan komodo tersebut dengan tangan kirinya sampai menyebabkan luka sayatan. Para jagawana BTNK bersama naturalist guide, kata Ikbal, lantas dengan sigap membantu Anton melepaskan diri.

Namun, gigitan komodo itu sulit dilepaskan. Mereka, kata Ikbal, butuh waktu sekitar 5 menit sampai komodo bisa lepas dari paha Anton.

"Akhirnya dapat dilepaskan pada pukul 16:55 WITA dan segera dilangsungkan pertolongan pertama gawat darurat," ucapnya.

Ikbal mengungkapkan, Anton baru bisa dilarikan ke rumah sakit pukul 17.30 WITA tak lama setelah speedboat BTNK tiba di Resort Loh Buaya. Ia menyebut sampai saat ini Anton masih dalam perawatan intensif untuk mempercepat pemulihan. Ia juga mengklaim pihaknya akan terus mengawasi kondisi Anton.

"Balai Taman Nasional Komodo bersama dengan Koperasi Serba Usaha Taman Nasional Komodo hingga kini terus mengobservasi kondisi kesehatan Anton," pungkasnya.

Meski begitu, sampai saat ini, Ikbal tidak menjelaskan apakah ada peraturan baru atau antisipasi supaya kejadian itu tak berulang.

(yul/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK