Rekam Jejak 11 Anggota Timsel KPU Pilihan Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 14:59 WIB
Presiden Jokowi menunjuk 11 orang anggota Tim Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu dan menuai sorotan publik karena pernah jadi timses pilpres. Ilustrasi KPU. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menunjuk 11 orang anggota Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Calon Anggota Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu). Sejumlah nama jadi sorotan publik.

Jokowi resmi membentuk tim itu pada 8 Oktober 2021. Timsel KPU-Bawaslu dipimpin oleh Juri Ardiantoro, Deputi IV Kepala Staf Presiden.

Mereka akan bekerja mempersiapkan seleksi Anggota KPU dan Anggota Bawaslu Periode 2022-2027. Pemilihan akan dilakukan sebelum masa jabatan Anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022 habis pada 11 April 2022.


Tim tersebut terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Berikut CNNIndonesia.com rangkumkan rekam jejak anggota Timsel KPU-Bawaslu yang ditunjuk Jokowi:

1. Juri Ardiantoro

Juri Ardiantoro didapuk sebagai Ketua Timsel KPU-Bawaslu. Saat ini, ia menjabat sebagai Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP).

Dia juga menjabat sebagai Komisioner KPU pada periode 2012-2017. Pada 2016, ia dilantik menjadi Ketua KPU menggantikan Husni Kamil Malik yang meninggal dunia.

Juri pernah terlibat sebagai Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Ia pun masuk tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf saat menghadapi sengketa di Mahkamah Konstitusi melawan Prabowo-Sandi.

2. Chandra M. Hamzah

Chandra menjabat sebagai Wakil Ketua Timsel KPU-Bawaslu. Ia dikenal sebagai advokat dan aktivis antikorupsi.

Dia pernah menjabat sebagai Anggota Tim Persiapan Pembentukan Komisi Antikorupsi. Chandra pun duduk sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2007-2011.

Ia tercatat pernah meraih sejumlah penghargaan internasional. Pada 2010, Bank Dunia menganugerahkan penghargaan integritas kepada Chandra.

3. Bahtiar

Wakil Ketua Timsel KPU-Bawaslu Bahtiar berasal dari unsur pemerintah. Ia adalah Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Selama berkarier di pemerintahan, Bahtiar pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Kemendagri. Ia pun pernah menjadi Penjabat Sementara (Pjs.) Gubernur Kepulauan Riau pada Pilkada Serentak 2020.

4.Edward Omar Sharif Hiariej

Edward adalah salah satu wakil pemerintah dalam Timsel KPU-Bawaslu. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sejak 23 Desember 2020.

Eddy, sapaan akrabnya, dikenal sebagai pakar hukum tata negara. Ia juga bertitel Hukum Pidana di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dia jadi sorotan publik saat menjadi saksi ahli dalam kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Eddy juga menjadi saksi ahli Jokowi-Ma'ruf pada sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

5.Abdul Ghaffar Rozin

Gus Rozin, panggilan akrabnya, adalah ulama muda Nahdlatul Ulama (NU). Ia menjabat Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), badan otonom NU yang mengurusi pondok pesantren.

Rozin juga pernah direkrut Jokowi menjadi Staf Presiden Bidang Keagamaan pada 2018. Namun, ia tidak melanjutkan tugas itu di periode kedua Jokowi.

Meski punya rekam jejak dekat dengan pemerintah, Rozin beberapa kali mengirim pesan kritis. Saat awal pandemi Covid-19, ia jadi salah satu tokoh yang paling lantang meminta perhatian pemerintah kepada pesantren.

Rekam Jejak Anggota Timsel KPU-Bawaslu yang Ditunjuk Jokowi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK