Kecewa Kolektif Picu Puluhan Kader Partai Ummat Depok Mundur

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 06:29 WIB
Eks kader Partai Ummat ungkap alasan ramai kader mundur dari partai besutan Amien Rais tersebut. Salah satunya, kecewa terhadap kepemimpinan. Ilustrasi ramai kader mundur dari Partai Ummat. (Dok. Partai Ummat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks kader Partai Ummat, Bardi Setiawan, mengungkapkan kekecewaannya pada kepemimpinan Dewan Pengurus Pusat (DPP) maupun Dewan Pengurus Daerah (DPD) partai besutan mantan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tersebut.

"[Ini karena] kekecewaan kolektif terhadap pola leadership ketua DPD termasuk pusat [DPP]," tutur Bardi yang merupakan anggota DPD Partai Ummat Depok kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/10).

Kekecewaan tersebut berasal ketika pengurus DPD menerima surat undangan pertemuan tertanggal 9 Oktober dari DPP. Tujuan undangan yang tertulis adalah menyelesaikan permasalahan di dalam tubuh DPD.


Namun, Bardi mengungkapkan DPP telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) mengenai struktur baru di DPD Partai Ummat Depok tertanggal 8 Oktober 2021. Pengurus DPD lama yang belum memberikan surat pengunduran diri merasa dikhianati dan ditendang keluar dari Partai Ummat.

"Kami merasa dizolimi di situ. Merasa ditendang. Orang masih ada struktur pengurus, SK juga kami dapat kan gitu," ucap Bardi.

Ketika dikonfirmasi, Ketua DPD Partai Ummat Muhidin Sadin membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, beberapa pengurus telah mengundurkan diri sejak akhir September 2021 namun tidak menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi.

Dengan kondisi tersebut, menurut Muhidin, bukan sebuah kesalahan ketika SK DPP mengenai struktur baru keluar.

"Ketika mereka katakan [kenapa] SK DPP baru tentang struktur pengurus DPD keluar duluan daripada surat pengunduran diri? Ya salah mereka sendiri kenapa enggak buat surat pengunduran diri secara resmi," tuturnya ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (12/10).

Selain itu, menurutnya banyak kader Partai Ummat yang mengundurkan diri hanya karena ikut-ikutan.

"Jadi banyak pengurus DPD yang hanya ikut-ikutan saja. Intinya mereka tidak ikhlas berjuang karena Allah," tutup Muhidin.

Sebelum 26 pengurus DPD Partai Ummat Depok memutuskan keluar, terdapat tokoh-tokoh besar Partai Ummat yang juga keluar seperti Neno Warisman dan Agung Mozin.

(cfd/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK