Mahasiswa Korban Smackdown Polisi Membaik, Tunggu Hasil Medis

ekm, CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 18:47 WIB
Fariz merupakan kader Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) yang menjadi korban smackdown atau dibanting oleh polisi saat unjuk rasa. Mahasiswa pingsan usai dibanting polisi. (CNN Indonesia/Eko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fariz merupakan kader Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) yang menjadi korban smackdown atau dibanting oleh aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10).

Saat ini Faiz sudah dalam kondisi sehat meskipun sempat dilarikan ke RS Harapan Mulya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tedi Agus, rekan korban saat aksi unjuk rasa mengatakan kondisi Fariz saat ini sudah membaik setelah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter polisi. Kesehatan Fariz turut dilakukan pengecekan melalui rontgen.


"Tapi hasil belum, ada gangguan apa, hasilnya seperti apa belum ada. Sudah dilakukan pemeriksaan dan kondisi sedang membaik. Yang dibanting itu saudara Fariz. Ya betul kader HIMATA Banten Raya," ujar Tedi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (13/10).

Tedi menuturkan kejadian itu saat massa aksi melakukan dorong-dorongan. Hal tersebut disebut lazim dalam dinamika saat aksi, ketika chaos akhirnya massa tersebut berpencar. Namun, korban Fariz langsung terjatuh.

"Karena ada video viral sempat dibanting. Kronologis rekan-rekan itu sudah membias kita enggak tau jelas seperti apa bisa dibanting. Semua teman sudah chaos massa aksi," katanya.

"Kita tahu setelah dia jatuh dan enggak sadar, teman-teman panik lah. (Saya) masih di Polres," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menyatakan terdapat 18 mahasiswa yang saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tangerang diamankan oleh Polisi.

"18 orang (diamankan)," ujar Wahyu saat dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Rabu (13/10).

Puluhan Mahasiswa Tangerang dari berbagai kelompok menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10). Puluhan mahasiswa mendemo Bupati Tangerang tepatnya peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389. Sejumlah Mahasiswa turut diamankan polisi.

Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Teo Reffelsen meminta polisi untuk membuktikan klaim #PolriTegasHumanis, menyusul oknum aparat kepolisian yang membanting ala smackdown salah satu mahasiswa di Tangerang sampai pingsan. 

Teo juga mendesak polisi untuk menindak perbuatan oknum polisi yang melakukan kekerasan.

"Kepolisian harus bertanggung jawab menyelamatkan korban dan segera menindak dan menghukum polisi pelaku. Klaim #PolriTegasHumanis harus dibuktikan, jangan hanya jadi apologi untuk membantah kritik publik atas kinerja polisi," kata Teo secara tertulis, Rabu (13/10).

(DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK