RK Minta Bupati Ciamis Evaluasi Kegiatan Susur Sungai

CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 14:06 WIB
Ridwan Kamil meminta Bupati Ciamis dan Kemenag Jabar melakukan evaluasi setelah kegiatan susur sungai menewaskan 11 siswa. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Bupati Ciamis dan Kemenag Jabar melakukan evaluasi setelah kegiatan susur sungai menewaskan 11 siswa. (Foto: Muchlis - Biro Pers)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Bupati Ciamis dan Kementerian Agama Jabar melakukan evaluasi setelah kegiatan susur sungai menelan korban jiwa 11 siswa. 

Insiden itu menewaskan sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Harapan Baru, Ciamis, yang tenggelam setelah terseret arus di Sungai Cileueur, Jumat (15/10).

"Saya sudah meminta Bupati Ciamis dan Kemenag Jawa Barat agar betul-betul mengevaluasi kegiatan-kegiatan cinta alam yang berisiko melalui pengetatan standar keamanan dan keselamatan yang maksimal," kata Emil, sapaannya dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (16/10).


Emil pun menyampaikan Pemerintah Provinsi Jabar turut berduka atas musibah susur sungai yang menimpa siswa dan siswi MTs Harapan Baru Ciamis itu.

"Turut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah susur sungai yang menimpa siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ciamis. Semua korban sudah ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 11 anak meninggal dunia dalam kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur, Desa Utama, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tim SAR gabungan telah menemukan jasad mereka.

"Dengan telah dievakuasinya seluruh korban dan briefing unsur SAR gabungan, maka dilakukan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah melalui keterangan tertulis, Sabtu (16/10).

Adapun total jumlah korban sebanyak 21 orang dengan rincian korban selamat 10 orang dan meninggal dunia 11 orang.

Kegiatan susur sungai itu dilakukan tim Pramuka di MTs Harapan Baru. Berdasarkan data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, insiden siswa tenggelam itu terjadi pada pukul 13.30 WIB.

"Siswa MTs Harapan Baru Cijantung sedang melaksanakan latihan Pramuka dan kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur. Beberapa jumlah siswa dan guru ada yang turun ke sungai untuk melakukan penyeberangan sungai dan ada sebagian siswa yang tenggelam," kata Wakil Manajer Pusdalops BPBD Jabar Hadi Rahmat melalui keterangan tertulis, Jumat (15/10).

Informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com menyebut kegiatan MTs Harapan Baru itu diikuti oleh 150 siswa kelas 7 dan kelas 8.

Awalnya, kegiatan Pramuka dilakukan salah satunya jalan menyusuri lingkungan sekitar sekolah dan, di antaranya, ada yang melewati Sungai Cileueur. Namun, kegiatan susur sungai itu minim peralatan keselamatan.

(hyg/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER