Kronologi Insiden Susur Sungai Ciamis, Berawal dari Pramuka

CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 03:42 WIB
Kepergian 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung terjadi saat melakukan susur Sungai Cileueur, Ciamis, terkait kegiatan Pramuka. Ilustrasi pencarian SAR di sungai. (Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Bandung, CNN Indonesia --

Kegiatan susur sungai terkait Pramuka di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Harapan Baru Cijantung, di Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat (15/10), membuat 11 siswa meninggal dunia akibat terseret arus.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menyebut total korban mencapai 21 orang, dengan 10 siswa di antaranya bisa diselamatkan dan 10 lainnya meninggal.

Berdasarkan data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, insiden siswa tenggelam di Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, itu terjadi pada Jumat (15/10) pukul 13.30 WIB.


"Siswa MTs Harapan Baru Cijantung sedang melaksanakan latihan Pramuka dan kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur. Beberapa jumlah siswa dan guru ada yang turun ke sungai untuk melakukan penyeberangan sungai dan ada sebagian siswa yang tenggelam," kata Wakil Manajer Pusdalops BPBD Jabar Hadi Rahmat melalui keterangan tertulis, Jumat (15/10).

Informasi yang dihimpun CNNINdonesia.com menyebut kegiatan MTs Harapan Baru Cijantung itu diikuti oleh 150 siswa kelas 7 dan kelas 8. Awalnya, kegiatan Pramuka dilakukan salah satunya jalan menyusuri lingkungan sekitar sekolah dan, di antaranya, ada yang melewati Sungai Cileueur.

Penanggung jawab kegiatan Pramuka adalah Ropiah, selaku pembina Pramuka MTs Harapan Baru, dan Elin, sebagai Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan MTS Harapan Baru.

Namun demikian, kegiatan susur sungai itu minim peralatan keselamatan.

Usai ada insiden tenggelam, tim SAR dari berbagai unsur melakukan pencarian. Kepala Kantor Basarnas Bandung Deden Ridwansah mengatakan pihaknya sudah mengevakuasi 21 orang, terdiri dari 10 orang selamat, dan 11 orang meninggal dunia.

"Jumlah korban 21 orang siswa siswi, selamat 10 orang, meninggal dunia 11 orang," kata dia, melalui keterangan persnya dikutip dari Antara, Jumat (15/10) malam.

Korban yang terakhir ditemukan pada pukul 20.30 WIB teridentifikasi seorang perempuan bernama Siti Zahra, dengan korban tewas sebelumnya antara lain Aldo, Fatah, Candra Rizki, Alfian, Khansa, Dea Rizki, Aditya, Kafka, Fahrur, dan Fadzri.

Sementara, korban selamat yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis adalah Yama dan Fasa. Selanjutnya, korban yang diselamatkan warga namun belum diketahui identitasnya mencapai delapan orang.

Deden menyampaikan timnya masih disiagakan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tenggelam atau hilang dalam kejadian tersebut.

"Sampai saat ini tim masih standby di lokasi guna melakukan koordinasi intens dengan pihak kepolisian, pihak sekolah, dan pihak keluarga korban untuk memastikan tidak ada lagi laporan adanya siswa siswi yang belum ditemukan," katanya.

(hyg/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER