Listyo: Pintu Masuk WNA Dibuka Bukti RI Lebih Siap soal Covid

CNN Indonesia
Rabu, 20 Oct 2021 12:20 WIB
Listyo Sigit mengatakan saat ini masih ada beberapa negara tetangga menerapkan semi lockdown untuk penanganan covid-19. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengklaimi Indonesia lebih siap mengatasi covid-19.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menilai saat ini Indonesia lebih siap dalam aspek penanganan pandemi virus corona (covid-19) dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang tergabung dalam kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

Kesiapan itu menurutnya dapat dilihat dengan kebijakan terbaru pemerintah yang mulai membuka pintu bagi wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing dari 19 negara untuk masuk ke Bali serta Batam dan Bintan di Kepulauan Riau mulai 14 Oktober lalu.

"Ada kurang lebih 19 negara diberikan kesempatan masuk, sembilan bandara dibuka. Ini menunjukkan bahwa Indonesia saat ini jauh lebih siap dibandingkan dengan beberapa negara tetangga yang saat ini masih melaksanakan semi lockdown," kata Listyo dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Polri TV Radio, Rabu (20/10).


Listyo menambahkan, perkembangan kasus covid-19 di Indonesia saat ini mulai membaik secara signifikan. Salah satunya dibuktikan dengan Covid-19 Recovery Index Indonesia yang dirilis oleh NIKKEI menunjukkan peringkat Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN.

Adapun penilaian skor indeks tersebut didapatkan dari akumulasi tiga kategori penilaian, yakni manajemen pengendalian infeksi covid-19, pemberian vaksinasi kepada warga, dan mobilitas warga. Semakin tinggi peringkatnya, maka mengindikasikan semakin dekat negara tersebut dalam proses pemulihan covid-19.

"Indonesia saat ini berada di posisi terendah di Asia Tenggara untuk covid-19, dan ini tentunya merupakan kebanggaan bangsa," imbuh Listyo.

Lebih lanjut, Listyo juga memastikan pemerintah bersama aparat gabungan TNI/Polri akan terus berupaya mengakselerasi capaian vaksin covid-19 di Indonesia. Ia menambahkan, pemerintah juga sempat beberapa kali mencapai target 2 juta dosis vaksinasi dalam sehari selama sebulan belakangan.

Ia juga mengaku, pemerintah saat ini tengah berkonsentrasi untuk melakukan akselerasi vaksinasi pada sejumlah kelompok rentan seperti warga lanjut usia (lansia) hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),

"Sasaran vaksinasi yang menjadi perhatian kita semua saat ini adalah masyarakat lansia atau manula, kemudian tadi disampaikan ada masyarakat kelompok dhuafa. Kemudian juga masyarakat yang tergabung dalam kebutuhan khusus atau ODGJ, dan anak-anak yang saat ini memang sudah mulai melaksanakan PTM," ujarnya.

Kemenkes per Rabu (20/10) Pukul 12.00 WIB mencatat 109.796.866 orang yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 64.622.692 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 52,72 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 31,03 persen.

(khr/sur)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER