Polisi Selidiki Mayat Pria di Jalan Curup-Lubuklinggau

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 05:18 WIB
Polsek Padang Ulak Tanding, Bengkulu, sedang menyelidiki penemuan mayat seorang pria di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, Bengkulu. Polsek Padang Ulak Tanding, Bengkulu, sedang menyelidiki penemuan mayat seorang pria di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, Bengkulu. Ilustrasi. (Istockphoto/ Ilbusca).
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Rejang Lebong Bengkulu tengah menyelidiki temuan mayat seorang pria yang diduga korban pembunuhan di jalan lintas Curup-Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) pada pukul 06.00 WIB, Rabu (20/10).

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno diwakili Kapolsek Padang Ulak Tanding Iptu Tomi Syahri mengatakan mayat ditemukan di Dusun Baru, Desa Tanjung Sanai II, Kecamatan PUT, Kabupaten Rejang Lebong dan sempat membuat heboh warga setempat serta pengguna jalan tersebut.

"Korbannya bernama Gandi Wiranda, umur 22 tahun yang beralamat di Desa Tanjung Sanai I, Kecamatan Padang Ulak Tanding. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, dugaan sementara ini yang bersangkutan merupakan korban penganiayaan," kata Tomi seperti dikutip dari Antara.


Penemuan mayat di pinggir jalan lintas penghubung kedua provinsi itu diketahui oleh dua warga Dusun Baru, Desa Tanjung Sanai II, yakni Datul (56) dan Arlan Suheri (53).

Keduanya melihat korban sudah tergeletak di pinggir jalan bersimbah darah, dan kemudian keduanya menghubungi petugas Polsek Padang Ulak Tanding.

Petugas yang menerima laporan dari warga langsung menuju ke TKP dan selanjutnya bersama dengan warga setempat mengevakuasi korban ke Puskesmas Padang Ulak Tanding guna dilakukan pemeriksaan visum.

Berdasarkan pemeriksaan petugas kesehatan, korban meninggal akibat mengalami luka tusuk di bagian punggung belakang dan luka tusuk di bagian leher. Selain itu, petugas juga menemukan luka sayat bagian tangan, luka lecet kaki sebelah kiri, dan luka lecet kaki sebelah kanan. 

Dugaan sementara, korban sempat dianiaya sebelum meninggal. Pihak keluarga korban sendiri menolak jasadnya dilakukan autopsi.

(Antara/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER