BEM SI Bergerak Demo Kritik 7 Tahun Jokowi di Istana Negara

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 07:36 WIB
BEM SI mengkritik dua periode kepemimpinan Jokowi tak membawa hasil. Mereka akan menggelar aksi di depan Istana Negara, Kamis (21/10). Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas merapat ke Patung Arjunawiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/10) siang. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada Kamis (21/10).

Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar mengatakan aksi unjuk rasa ini dilakukan dalam rangka mengkritisi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Tujuh tahun pemerintahan Jokowi ramai isu-isu yang diperbincangkan, namun ternyata tidak banyak membawa terobosan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di Indonesia," jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (20/10).


Nofrian juga menilai tidak banyak perubahan yang terjadi di bawah kepemimpinan Jokowi selama dua periode menjabat sebagai presiden.

"Sangat disayangkan lagi bahwa selama menjabat dua periode ini semua usaha yang dilakukan Jokowi tidak membawa hasil," imbuhnya.

Aksi nasional ini, menurut Nofrian, rencananya juga akan dilakukan secara serentak di pelbagai wilayah Indonesia.

Khusus di Jakarta, ia mengatakan aksi unjuk rasa ini akan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan titik aksi berada di depan Istana Negara.

Lebih lanjut, Nofrian memperkirakan bakal ada ribuan peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam aksi hari ini.

"Kami mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia dari sabang sampai merauke dan seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti aksi nasional," pungkasnya.

[Gambas:Instagram]

Tepat pada 20 Oktober 2019 lalu, Jokowi-Ma'ruf dilantik untuk menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden hingga 2024. Hingga periode kedua saat ini, Jokowi telah tujuh tahun memimpin negara.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa kondisi politik Indonesia pada dua tahun awal periode kedua Presiden Jokowi memburuk.

Merujuk survei, jumlah responden yang menilai kondisi politik dalam keadaan baik menurun drastis. Dari 41 persen pada September 2019, kini menjadi 26,8 persen.

Secara garis besar, survei SMRC menyatakan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi menurun 7,2 persen dibanding empat bulan sebelumnya. Ada 68,5 persen responden yang merasa puas.

Survei SMRC dilakukan dengan wawancara terhadap 1.220 responden yang dipilih secara acak atau dengan metodologi multistage random sampling pada 15 hingga 21 September 2021.

Survei ini memiliki margin of error yang diperkirakan sekitar 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(tfq/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER