Jokowi Soroti Prokes di Sekolah: Mengelola Anak SD Tak Mudah

tim | CNN Indonesia
Rabu, 20 Oct 2021 12:45 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus penularan Covid-19 yang terjadi di sekolah yang telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus penularan Covid-19 yang terjadi di sekolah yang telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). (AP/Dita Alangkara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus penularan Covid-19 yang terjadi di sekolah yang telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Jokowi meminta sekolah yang menggelar PTM memeriksa kesiapannya secara baik. Menurutnya, satu hingga dua anak-anak telah positif terpapar Covid-19 setelah mengikuti PTM.

"Betul-betul cek betul kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan betul-betul dijalankan karena mengelola anak SD bukan hal mudah. Satu, dua mulai sudah ada yang terpapar lagi," kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam acara Peresmian Pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Rabu (20/10).


Menurutnya, vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu elemen penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan masyarakat yang sudah mulai aktif kembali dalam beberapa waktu terakhir

"Saya ingatkan, karena ini hampir semuanya sudah mulai dibuka, sekolah mulai pembelajaran tatap muka, kontrol lapangan harus terus dilakukan, utamanya berkaitan sekalah pembelajaran tatap muka," ucapnya.

Ia kemudian meminta seluruh daerah memberikan kewaspadaan penularan Covid-19 di tengah pelaksanaan PTM.

Jokowi juga mengingatkan bahwa pelaksanaan PTM telah membuat kasus penularan Covid-19 di beberapa negara mengalami kenaikan.

"Sehingga semua daerah saya harapkan kewaspadaannya terhadap ini, karena beberapa negara merangkak naik juga dimulai karena pembukaan sekolah dan kita tidak mau terjadi di negara kita," tutur Jokowi.

Sejumlah kasus siswa terpapar covid-19 terjadi setelah PTM digelar. Salah satunya di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 11 siswa dan guru positif Covid-19 dalam tes acak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Hasil dari pemeriksaan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani mengatakan, pihaknya menggelar tes PCR sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan. Yaitu sekolah yang melaksanakan PTM, maka 10 persennya harus dilakukan random sampling.

"Kita sudah lakukan 1.578 tes kepada warga sekolah, siswa dan guru. Hasil yang sudah keluar 348 orang. Ternyata dari 348 yang positif 14 orang," kata Rosye di Balai Kota Bandung, Selasa (19/10) kemarin.

Lima klaster covid-19 juga ditemukan di Surakarta usai PTM digelar. Hal ini membuat Wali Kota Gibran Rakabuming Raka yang juga anak Jokowi berjanji akan memantau ketat pelaksanaan prokes di sekolah-sekolah.

(mth/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER