OAP dan Warga Pendatang Sepakat Damai Usai Bentrok Abepura

CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 08:13 WIB
Sejumlah kelompok orang asli Papua (OAP) dan warga pendatang pemilik kios, sepakat berdamai usai terjadi bentrok di Abepura, Jayapura, Rabu (20/10) malam. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua kelompok warga yang terlibat dalam bentrokan di kawasan Jalan Baru, Abepura, Jayapura, Papua menandatangani perjanjian damai pada Kamis (21/10).

Proses mediasi itu dipimpin oleh Kapolresta Jayapura Kota Kombes Gustav R Urbinas dengan sejumlah pejabat kepolisian lain dan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat.

"Dari hasil mediasi yang telah dilakukan ada beberapa poin yang intinya kedua belah pihak sepakat berdamai," kata Gustav saat dikonfirmasi, Kamis (21/10) malam.


Dalam hal ini, kata dia, kedua pihak turut sepakat untuk mengganti kerugian akibat bentrokan tersebut. Selain itu, kepala daerah juga menjamin agar masing-masing warganya tak melakukan hal-hal melanggar hukum lainnya.

Surat pernyataan tersebut juga menjanjikan bahwa kedua belah pihak yang berseteru tak ada saling dendam dan mengganggu ataupun bermusuhan.

"Dengan dibuatkan surat pernyataan ini, kedua belah pihak menyepakati hal tersebut dan tidak akan mengingkari, namun apabila ada yang melanggar maka siap diproses sesuai hukum yang berlaku," jelas dia.

Gustav mengingatkan kepada masyarakat setempat agar tak membela pihak yang terlibat apabila kembali terjadi permasalahan serupa.

Polisi mengklaim bahwa bentrokan pada Rabu (20/10) malam itu tidak berkaitan dengan suku yang berada di Papua. Menurutnya, bentrokan itu murni karena kedua kelompok itu saling menyerang.

Dalam hal ini, bentrokan melibatkan orang asli Papua dengan warga pendatang. Keributan terjadi pada sekitar pukul 21.20 WIT. Dimana, salah seorang masyarakat Papua hendak berobat terapi di kios dekat kelompok pendatang usai mengalami kecelakaan.

Namun demikian, orang Papua tersebut mengaku ke masyarakat di kampungnya bahwa dia dikeroyok di sekitar kios. Pengakuan itu yang menyulut kericuhan.

Ia menyebutkan bahwa ada tiga orang korban dari unsur warga pendatang mengalami luka ringan dan tengah mendapat perawatan medis di RS AL Hamadi. Sementara, dua orang asli Papua turut terluka dan tengah dirawat di RS Bhayangkara.

"Lukanya ada yang kena lempar dan yang satunya kena panah dilengan namun sudah dilakukan operasi ringan untuk di cabut, sementara dua orang tersebut sedang beristirahat di RS Bhayangkara," ujarnya.

(wis/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER