Setahun UU Ciptaker, 'Monster Oligarki' Datangi Gedung DPR

CNN Indonesia
Selasa, 05 Oct 2021 11:17 WIB
Greenpeace Indonesia menggelar aksi teatrikal dengan membawa replika gurita berukuran besar ke depan gedung DPR-MPR, Selasa (5/10). Greenpeace menggelar aksi teatrikal terkait UU Ciptaker dengan membawa replika gurita berukuran raksasa simbol oligarki di depan gedung DPR, Selasa (5/10). (CNN Indonesia/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memperingati setahun pengesahan UU Cipta Kerja, Greenpeace Indonesia menggelar aksi teatrikal dengan melibatkan replika gurita berukuran besar di depan gedung DPR-MPR pada Selasa (5/10).

Omnibus Law UU Cipta Kerja sendiri disahkan pada 5 Oktober 2020. Greenpeace menyebut replikasi gurita besar tersebut sebagai monster oligarki.

"Monster oligarki tersebut adalah bagian dari aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah aktivis Greenpeace, sebagai peringatan satu tahun disahkannya undang-undang yang penuh dengan masalah yaitu UU Cipta Kerja," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, Selasa (15/10).


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di depan gerbang kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pukul 9.00 WIB, para aktivis memajang gurita berukuran besar berwarna coklat dengan enam tentakel tengah menggenggam replika uang berukuran besar.

Dalam aksinya, mereka menilai gurita tersebut sebagai wajah kekuasaan pemerintah saat ini. Menurut Arie, monster oligarki tersebut telah mencengkram dan menguasai berbagai sendi kehidupan masyarakat, seperti energi, pertanian, kebebasan berpendapat, hingga kehidupan masyarakat adat.

"Satu tahun pasca-UU Ciptaker disahkan, beberapa konflik lahan yang melibatkan masyarakat melawan perusahaan telah muncul ke permukaan," ucap Arie.

Organisasi pemerhati lingkungan, Greenpeace Indonesia menggelar aksi teatrikal dengan membawa replika hewan gurita berukuran besar ke depan gedung DPR-MPR pada Selasa (5/10).Foto: (CNN Indonesia/ Thohirin )
Organisasi pemerhati lingkungan, Greenpeace Indonesia menggelar aksi teatrikal dengan membawa replika hewan gurita berukuran besar ke depan gedung DPR-MPR pada Selasa (5/10).

Greenpeace menyoroti sejumlah konflik lahan antara warga dengan masyarakat. Misalnya, kasus gugatan tiga perusahaan sawit dengan Bupati Sorong, Papua; tambang emas di Pulau Sangihe; perebutan lahan yang berbuntut bentrok antara warga dengan aparat, di Wadas, Jawa Tengah.

Pihaknya menilai sejumlah konflik tersebut merupakan dampak dari pengesahan UU Ciptaker yang telah memberikan peran ganda kepada para elite politik; sebagai pejabat publik sekaligus pebisnis.

"Konflik-konflik ini memicu kemarahan publik, karena alih-alih mendatangkan investasi yang menguntungkan masyarakat setempat, justru penghidupan masyarakat setempat dan kelestarian lingkungan yang menjadi taruhannya," kata Arie.

Aksi tersebut, sambung Arie, menjadi bagian dari aksi serentak #MosiTidakPercaya dan #ReformasiHabisDikorupsi yang dilakukan di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Aksi digelar guna menolak kesewenangan elit politik lewat pengesahan UU Ciptaker.

(thr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER