Kasus Naik di 105 Daerah, Jokowi Wanti-wanti Gelombang Ketiga

CNN Indonesia
Senin, 25 Oct 2021 17:19 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di 105 kota dan kabupaten dalam beberapa hari terakhir. Presiden Jokowi meminta jajarannya mewaspadai potensi gelombang tiga penularan Covid-19 di Indonesia. Ilustrasi (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti jajarannya soal potensi gelombang ketiga pandemi Covid-19. Hal itu ia sampaikan dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jokowi meminta evaluasi detail di setiap daerah. Jokowi, kata Luhut, pun meminta lembaga terkait terjun ke daerah.

"Presiden terus mengingatkan kepada kami semua agar terus waspada dan berhati-hati akan datangnya gelombang selanjutnya. Hal tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan kasus di 105 Kota dan Kabupaten," kata Luhut dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/10).


Jokowi juga mengingatkan agar pengawasan penerapan protokol kesehatan di lapangan terus diperketat. Menurut Luhut, Jokowi melihat mulai ada kelemahan pengawasan di daerah.

Kelemahan ini antara lain, sejumlah tempat wisata yang hanya mewajibkan skrining PeduliLindungi terhadap satu orang perwakilan kelompok. Hal itu dilakukan guna mencegah kapasitas tempat wisata itu terlihat penuh di sistem skrining.

Selain itu, ada pula bar di Bali yang beroperasi tanpa mengindahkan aturan. Luhut menyebut ada bar yang buka hingga pukul 02.00.

Lihat Juga :

Menindaklanjuti arahan Jokowi, Luhut mengajak semua pihak untuk kembali disiplin mencegah penularan Covid-19. Ia meminta siapapun tidak memaknai penurunan kasus Covid-19 dengan euforia.

"Kita hari ini tidak boleh lengah karena kasus yang rendah. Banyak Negara lain, terutama di negara Eropa, yang mengalami kenaikan kasus signifikan meskipun vaksinasi cukup tinggi," ujarnya.

(dhf/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER