Epidemiolog Nilai PCR Jadi Syarat Terbang: Tepat

KPCPEN | CNN Indonesia
Selasa, 26 Oct 2021 11:21 WIB
Epidemiolog Kamaluddin Latief menilai pemberlakuan kewajiban tes PCR pada penerbangan domestik adalah tepat dan dibutuhkan sebagai bagian dari proses screening. Epidemiolog Kamaluddin Latief menilai pemberlakuan kewajiban tes PCR pada penerbangan domestik adalah tepat dan dibutuhkan sebagai bagian dari proses screening. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog Kamaluddin Latief menilai kebijakan pemberlakuan kewajiban tes PCR dalam penerbangan domestik adalah tepat dan dibutuhkan sebagai bagian dari proses screening dalam upaya pengendalian pandemi.

"Kebijakan wajib tes PCR untuk penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 4-1) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) adalah keharusan dan dibutuhkan. Jika mengacu kepada test Covid-19, maka gold standard-nya adalah PCR. Hal ini yang harus dipahami oleh semua pihak," ujar Kamal pada Senin
(25/10).

Dengan ancaman lonjakan kasus gelombang ketiga dan potensi kemunculan varian baru di luar negeri, Kamal menyebut pelonggaran mobilitas harus diiringi penguatan upaya screening. Kebutuhan peningkatan screening ini juga semakin penting karena Indonesia adalah negara kepulauan.


Lebih jauh Kamal mengingatkan, kebijakan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tracing dan sistem kekarantinaan. Karantina dan protokol kesehatan ditegaskan harus tetap dilakukan dengan ketat dan konsisten.

"Sanksi terhadap pelanggar juga harus dijalankan. Intinya, kita berupaya agar bisa membuat sistem yang mendekati ideal sesuai kapasitas optimal yang bisa kita lakukan," katanya.

Dia berpendapat, walaupun positivity rate di Indonesia melandai, masyarakat Indonesia tidak boleh lengah dan mengendurkan kewaspadaan. Lonjakan kasus yang meningkat tajam pada periode Juni-Juli 2021 harus selalu menjadi pengingat dan pelajaran bagi semua pihak, bahwa ancaman Covid-19 selalu ada dan harus diwaspadai.

"Selain itu, kita juga harus belajar dari Singapura, Inggris dan Taiwan, yang memiliki kendali sistem, test dan vaksinasi relatif baik, pada akhirnya tetap kembali mengalami lonjakan kasus. Kita harus belajar dari pengalaman seperti ini," imbuhnya.

Saat ini, Indonesia masih berisiko menghadapi kenaikan kasus pada akhir tahun, terkait peningkatan mobilitas masyarakat. Untuk meminimalisasi risiko itu, pemberlakuan screening ketat dengan tes PCR dan karantina harus terus ditingkatkan dan diimplementasikan dengan baik.

Sementara, warga yang menjadi pelaku perjalanan pun diharapkan dapat mematuhi peraturan yang ditetapkan, termasuk menjalani tes Covid-19. Kamal juga menilai bahwa kebijakan tersebut harus berlaku pada semua jenis moda transportasi, baik udara, laut dan darat.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah agar bisa menekan harga PCR serendah mungkin. Jika memungkinkan, hingga mendekati batas atas harga tes antigen.

"Subsidi adalah opsi lain yang juga bisa ditawarkan pemerintah. Mekanisme di wilayah yang sulit melakukan PCR harus diatur lebih lanjut dengan membuat beberapa perkecualian atau prasyarat lain. Ini harus dipikirkan caranya," kata Kamal.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER