KPK Periksa Istri Dodi Alex Noerdin soal Kasus Korupsi Muba

CNN Indonesia
Selasa, 26 Oct 2021 12:07 WIB
Plt Jubir KPK mengatakan istri dari Dodi Alex Noerdin, Erini, diperiksa sebagai saksi terkait sejumlah barang bukti dan pertemuan yang turut dihadirinya Plt Jubir KPK mengatakan istri dari Dodi Alex Noerdin, Erini, diperiksa sebagai saksi terkait sejumlah barang bukti dan pertemuan yang turut dihadirinya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami penghasilan Bupati Musi Banyuasin nonaktif, Dodi Reza Alex Noerdin, melalui pemeriksaan terhadap istrinya yang bernama Erini Mutia Yufada.

Erini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori, Senin (25/10).

"Yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan penghasilan tersangka DRA [Dodi Reza Alex Noerdin] selaku Bupati," ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (26/10).


Selain itu, Ali menerangkan penyidik juga mengonfirmasi terkait pertemuan-pertemuan yang diduga turut dihadiri Erini. Pertemuan itu diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

Erini, lanjut Ali, juga dikonfirmasi berbagai barang bukti yang telah disita penyidik seperti dokumen hingga alat bukti elektronik. Barang bukti itu sebelumnya disita penyidik lewat upaya paksa penggeledahan di sejumlah lokasi, seperti kantor pemerintah Musi Banyuasin.

Dalam perkara ini, penyidik juga sudah menggeledah rumah Dodi dan mengamankan dokumen serta uang yang diduga terkait dengan perkara. Putra dari eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama tiga orang lainnya dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan infrastruktur irigasi di Dinas PUPR.

Dodi diduga menerima bayaran senilai Rp2,6 miliar.

Adapun tiga tersangka lainnya yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori; Kepala Bidang SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Untuk saat ini, para tersangka sudah ditahan selama 20 hari terhitung sejak 16 Oktober hingga 4 November 2021 di Rutan KPK untuk keperluan penyidikan.

(ryn/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER