Zulhas Ingin PAN Tiru Erdogan Mainkan Politik Garam, Bukan Gincu

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 05:15 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menginginkan partainya meniru strategi Erdogan dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam lewat kebijakan publik di Turki. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (Dok. DPP PAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menginginkan partainya meniru strategi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam lewat kebijakan publik.

Zulhas, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa partainya tak ingin memerankan politik gincu yang hanya bagus di luar, namun kosong substansi. Ia ingin PAN memerankan politik garam yang mementingkan isi.

"Sebagaimana dikemukakan, Bung Hatta dan Buya Hamka, kita bukan politik gincu, [tapi] politik garam. Isi. Rasa. Nilai-nilai Islam itu yang kita perjuangkan. Bukan logonya, bukan. Tetapi, nilai-nilainya," kata Zulhas di DPP PAN, Jakarta, Selasa (26/10).


Mantan Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga memuji sejumlah kebijakan Erdogan yang melindungi hak-hak warga muslim di Turki. Menurut dia, Erdogan berhasil membawa wajah Islam di era modern di negaranya.

Erdogan, menurut Zulhas, berhasil membalut ajaran Islam dengan nilai-nilai hak asasi manusia yang banyak diamini warga dunia. Meski kerap memicu polemik, Erdogan kata dia, tetap saja mendapat dukungan dari rakyat Turki. Oleh karena itu, katanya, Erdogan memimpin Turki dalam waktu yang tidak sebentar.

"Dia tidak mengeluarkan ayat dan hadisnya. Tapi dia bela pakai nilai-nilai universal. Yang nilai-nilai itu pastilah yang dasarnya Quran dan hadis," ucap Zulhas.

"Nah itulah PAN, kita berjuang melalui value, nilai-nilai yang islami itu, yang rahmatan lil alamin," tambahnya.

Lebih lanjut, Zulhas turut mengajak semua pihak agar kembali berpikir ulang menjatuhkan pilihan dalam setiap momen pemilu. Ia heran, saat ini banyak masyarakat protes terhadap kebijakan pemerintah, namun tak mengubah pilihan mereka saat hari pemilu.

"Sekarang banyak orang yang marah protes. Tapi untuk pemilu, milihnya sama lagi. Nggak mau berubah. Marah lagi. Marah lagi," kata Zulhas.

(thr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER