Densus 88 Telusuri Kebun Kurma Diduga Terkait Pendanaan JI

CNN Indonesia
Jumat, 12 Nov 2021 17:52 WIB
Densus 88 Antiteror menyebut kebun kurma terkait jaringan Jamaah Islamiyah berada di Gunung Megang, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah rumah terduga pelaku teroris di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (6/11/2021). (CNN Indonesia/Zai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan modus jaringan Jamaah Islamiyah (JI) mengumpulkan dana melalui bisnis kurma. Polisi tengah menelusuri bisnis yang diduga merupakan program organisasi sayap JI.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa hal itu terungkap dari pendalaman tersangka berinisial S, petinggi di Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

"Pada saat munas (musyawarah nasional) LAZ ABA 2019 disampaikan sosialisasi program LAZ ABA di antaranya terkait pemberdayaan perkebunan kurma," kata Ramadhan kepada wartawan, Jumat (11/12).


Ia mengatakan lembaga itu menindaklanjuti program penanaman kurma dengan menentukan sejumlah lokasi. Dalam hal ini, disiapkan lahan tanah wakaf seluas 4 hektare (Ha) yang akan ditanami pohon kurma.

Lahan tersebut terletak di Gunung Megang, Kecamatan Pulopanggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

"Wakaf dari Subiyanto dan 2 Ha dibeli oleh ABA dari Subiyanto seharga Rp400 juta namun masih kurang Rp175 juta," jelas Ramadan.

"Dikelola bukan perusahaan resmi dan tidak berbadan hukum," tambahnya.

Sebelumnya, Densus menyatakan JI memiliki sejumlah program untuk memperoleh dana. Misalnya, mereka memiliki donatur tetap yang membantu pembiayaan organisasi. Kemudian, mereka turut mengirimkan proposal program kepada tokoh-tokoh masyarakat.

BM ABA juga menghimpun dana menggunakan platform internet dengan mencantumkan nomor rekening di website dan blog yayasan. Mereka mempromosikan program bantuan masyarakat seperti ke Palestina hingga donasi bencana alam agar masyarakat tergerak hatinya untuk menyumbang.

Melalui BM ABA, mereka juga menyebarkan 13 ribu kotak amal serta 19 ribu kaleng sumbangan bertajuk Gerakan Sehari Seribu ke seluruh Indonesia.

Adapun dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke sejumlah negara syam atau konflik untuk melakukan agenda yang diberi nama Jihad Global. Misalnya, negara yang dituju seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Di negara-negara tersebut, kata dia, kader-kader akan dilatih untuk meningkatkan kemampuan militernya ataupun menjalin komunikasi dan berdiplomasi dengan kelompok-kelompok radikal lainnya.

(mjo/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER