Viral DJ Anis Bacakan Request Protes untuk Menteri LHK Siti Nurbaya

CNN Indonesia
Selasa, 30 Nov 2021 15:42 WIB
Video Tiktok DJ Anis Norin viral di media sosial usai membacakan titipan pesan dari pendengarnya yang mengeluhkan Menteri LHK Siti Nurbaya soal deforestasi. Ilustrasi deforestasi. Keluhan warga Kalteng soal ironi kebijakan Menteri KLHK viral di medsos. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video Tiktok milik Disc Jockey (DJ) asal Surabaya, Anis Norin, viral di media sosial lantaran membacakan titipan pesan berisi protes dari pendengarnya untuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar.

Titipan pesan yang dibacakan berisi kritik salah satu warga Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait sikap kontradiksi Siti Nurbaya. Warga itu bertanya-tanya terkait seruan Siti untuk menanam 25 pohon, namun di sisi lain pembabatan (deforestasi) dibiarkan.

"Spesial dari Hutan Indonesia untuk Bu Siti: Seumur hidup minimal tanam lah 25 pohon tapi yang ditebang ratusan hektare. Pas banjir yang disalahin curah hujan. Katanya komitmen tapi kok cuma setengah hati TBL TBL TBL!!! Takut Banget Lho!" kata DJ Anis membacakan pesan dari warga tersebut, Senin (30/11).


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada pukul 14.28 WIB, video itu telah diputar sebanyak 316 kali di Tiktok dan 6.665 kali di Instagram milik DJ Anis.

DJ Anis tidak banyak berkomentar soal viralnya video tersebut. Ia menjelaskan, salah satu pekerjaannya adalah menerima pesan dan permintaan pemutaran lagu dari siapa saja. Ia menyebut, hanya menyampaikan apa yang diminta oleh pendengarnya.

"Kalau saya tergantung orangnya yang request. Intine saya kerja," kata DJ Anis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/11).

Saat dikonfirmasi, pengirim pesan ke DJ Anis yang enggan diungkap identitasnya itu mengaku lelah terus-menerus menjadi korban bencana ekologis imbas pembabatan hutan.

Namun, warga yang tinggal di Palangka Raya, kalimantan Tengah, ini mengaku bingung harus mengadu ke mana agar pesannya sampai ke Siti Nurbaya. Akhirnya ia pun mengirim pesan ke DJ Anis.

"Saya udah capek banget terus menerus jadi korban, kebakaran hutan jadi korban, kalau banjir jadi korban. Saya bingung mau mengadu sama siapa untuk bisa sampai ke Bu Siti," kata dia, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/11).

"Jadi saya minta tolong DJ Anis aja supaya Bu Siti dengar, sekalian saya bisa request lagu dangdut favorit saya," imbuhnya.

Selain menitip pesan, warga Palangka Raya ini juga mengajukan permintaan pemutaran lagu dangdut ke DJ Anis. Lagu yang dia ingin dengar berjudul 'Rela Demi Cinta' untuk Siti Nurbaya.

"Rela demi cintaaa, saya berharap Bu Siti juga rela menjaga hutan dan pasang badan demi cinta," sindirnya.

Dia juga mengaku kaget videonya menjadi viral. Sebab, alasan dia mengirim pesan ke DJ Anis yakni hanya untuk pelampiasan kekesalannya.

"Enggak kebayang sih bisa sampe viral, soalnya saya awalnya cuma iseng buat pelampiasan aja. Berkali-kali jadi korban dan Bu Siti masih aja pembangunan tidak berhenti karena deforestasi," ujarnya.

Terkait viralnya video itu, CNNIndonesia.com telah menghubungi Siti Nurbaya dan Humas KLHK, Nunu Anugerah. Namun, sampai berita ini ditulis keduanya belum juga merespons.

Sebelumnya, Siti melontarkan sejumlah pernyataan yang menuai kritik. Mulanya, politikus Partai NasDem ini menyebut pembangunan besar-besaran di era Presiden Joko Widodo tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon ataupun deforestasi.

"Pembangunan yang sedang berlangsung secara besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi," kata dia, dalam siaran persnya, Rabu (3/11).

Ia juga enggan mengartikan zero deforestation sebagai nihil penebangan pohon sama sekali.

"Kita juga menolak penggunaan terminologi deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia. Karena di negara Eropa contohnya, sebatang pohon ditebang di belakang rumah, itu mungkin masuk dalam kategori dan dinilai sebagai deforestasi. Ini tentu beda dengan kondisi di Indonesia,'' ujar Siti.

Namun demikian, pihaknya tetap mengedepankan keseimbangan pembangunan. "Pesan Presiden sudah jelas. Harus ada keseimbangan. Presiden Jokowi juga menekankan, setiap Kementerian dalam membangun apapun harus memperhatikan lingkungan dan dampaknya," lanjutnya, Jumat (5/11).

Mantan Sekjen DPD RI ini mengklaim Indonesia bisa menekan angka deforestasi dan penurunan emisi dalam kurun waktu 6-7 tahun terakhir.

"Di tahun 2020, angka deforestasi turun drastis hanya tinggal 115,2 ribu ha. Angka deforestasi di tahun ini, menjadi angka deforestasi terendah dalam 20 tahun terakhir," papar Siti.

Di samping itu, katanya, Indonesia berhasil menekan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 82 persen di tahun 2020 di saat dunia sedang mengalami cuaca ekstrem.

Tak lupa, ia meminta masyarakat menanam minimal 25 pohon selama seumur hidup. Seumur hidup minimal tanamlah 25 pohon. Ditanam, dijaga, dan dirawat bersama. Mari kita hijaukan bumi dan jaga terus lestari," kata Siti dalam akun Twitternya @SitiNurbayaLHK pada Sabtu (21/11).

(yla/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER