Polda Kalteng: Polwan yang Dipukul Prajurit TNI Coba Lerai Keributan

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 11:48 WIB
Polda Kalteng menyebut kasus polwan diduga dipukul anggota TNI saat menjalankan tugas rutin patroli penerapan prokes covid kini ditindak sesuai hukum berlaku. Polda Kalteng menyebut anggota polwan diduga dipukul prajurit TNI saat mencoba melerai keributan di depan sebuah kafe, Palangkaraya, Kalteng. Ilustrasi (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang polisi wanita (polwan) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga dipukul prajurit TNI di Kota Palangkaraya, Senin (6/12) malam. Anggota polwan ini sedang menjalankan patroli rutin pengawasan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Intinya anggota Raimas patroli rutin untuk protokol kesehatan, dan lain-lain," kata Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Eko Saputro saat dikonfirmasi, Selasa (7/12).

Eko mengatakan rombongan anggota pengurai massa (Raimas) itu kemudian melihat keributan di depan sebuah kafe, Jalan Tjilik Riwut. Keributan ini diduga melibatkan anggota TNI.


Rombongan anggota Raimas mencoba melerai keributan tersebut. Namun, kata Eko, anggota polwan yang ikut melerai keributan malah dipukul diduga oleh anggota TNI itu.

"Kemudian ada keributan dan dilerai, tapi dipukul," ujarnya.

Lebih lanjut, Eko mengklaim permasalahan yang melibatkan personel dari dua institusi tersebut sudah selesai. Menurutnya, anggota yang terlibat dalam pertikaian ini akan diproses hukum.

"Kasusnya sudah selesai. Dan yang oknum yang terlibat pertikaian akan ditindak sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya mengklaim cerita dugaan pemukulan polwan yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta yang terjadi di lapangan.

"Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu," ujar Yudianto dikutip Detik.com.

Yudianto mengatakan terjadi kesalahpahaman antara anggota TNI dan Polri. Ia memastikan kasus dugaan pemukulan ini sudah selesai. Kedua belah pihakn pun sudah damai.

"Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai," katanya.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan bakal memproses hukum prajurit TNI terkait dugaan pemukulan polisi wanita polwan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Saya akan proses hukum segera," kata Jenderal Andika saat ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa (7/12), dikutip Detik.com.

(mjo/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER