Manado Sempat Dihantam Ombak Tinggi, Pesisir Banjir Rob

CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 18:59 WIB
Warga dan pelaku usaha di pesisir Manado, Sulawesi Utara diminta waspada karena cuaca ekstrem dengan gelombang pasang dari laut. Ilustrasi. Wilayah Manado, Sulawesi Utara dihantam ombak tinggi hingga mengakibatkan banjir rob(Istockphoto/johnnorth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ombak besar setinggi hampir 5 meter dari perairan Teluk Manado, menerpa Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (7/12). Akibatnya, kawasan Megamas  dilanda banjir rob setinggi 15 cm.

Sejumlah lokasi di Megamas Manado ditutup usai ombak besar menghantam daratan pesisir. Parkiran turut terendam, sehingga beberapa kendaraan terjebak air pasang.

Kepala BPBD Manado, Peter Eman membenarkan bahwa banjir di kawasan Megamas bermula dari hantaman ombak yang tergolong besar. Air pasang dari laut itu lantas menggenangi sejumlah titik.


"Kita tidak bisa pastikan di dalam Mantos, tapi ada air pasang yang naik hingga di parkiran sekitar kawasan di bibir pantai. Jadi untuk gelombang yang memecah di parkiran itu betul," kata Peter ketika dimintai konfirmasi, Selasa (7/12) dikutip Detik.com.

Menurut Peter, ketinggian air yang merendam kawasan Megamas cenderung bervariasi. BPBD masih mendata dampak dari air pasang tersebut.

"Kalau di parkiran sekitar 10-15 cm. Kalau ombak melewati tanggul, pasti besar. Kalau air tergenang 10-15 cm," ujarnya.

Sejauh ini, BPBD Manado belum mendapat laporan tentang korban jiwa akibat air pasang. Akan tetapi, dia tetap mengimbau masyarakat dan pelaku usaha terutama di kawasan Megamas untuk berhati-hati.

"Kami mengutamakan lagi mendata kalau ada korban jiwa. Tapi ini belum ada laporan, baru kemudian kita identifikasi kerusakan-kerusakan," ujar Peter.

"Apabila terjadi peningkatan-peningkatan harus segera mengungsi ke tempat aman atau tempat usaha melakukan penyelamatan ke pengunjung yang ada," sambungnya.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengatakan banjir tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Menurutnya, itu bukan tsunami sehingga warga tak perlu panik.

"Tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG," kata Eko dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/1).

Baca berita selengkapnya di sini.

(bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER