Penendang Sesajen Semeru Berprofesi Sebagai Ustaz Kajian Ibu-ibu

CNN Indonesia
Jumat, 14 Jan 2022 20:09 WIB
Pengacara pelaku penendang sesajen di Semeru menyatakan kliennya adalah ustaz yang sering mengisi kajian dengan peserta ibu-ibu. penendang sesajen di kawasan Gunung Semeru di Polda Jatim setelah ditangkap di Bantul, Yogyakarta. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Hadfana Firdaus (34), tersangka pembuang dan penendang sesajen di desa terdampak erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, diketahui berprofesi sebagai guru agama.

Video membuang sesajen yang dibuatnya pun mulanya diunggahnya sendiri pada grup kajian agama yang dikelolanya.

Hal itu diungkapkan pengacara Hadfana, Moh Habib Al Qutbhi usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Mapolda Jatim, Surabaya.


"Karena dia juga sebagai ustaz lah. Untuk ngajar TPA dan sebagainya, yang saya ketahui seperti itu," kata Habib, Jumat (14/1).

Habib mengatakan, kliennya itu pada kesehariannya kerap mengisi kajian agama dengan peserta perempuan dewasa.

"Karena dia adalah bisa, punya pemahaman agama yang lebih dari saya, kurang lebih seperti itu, memberikan kajian ke ibu-ibu," ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, video aksi kliennya di lokasi terdampak Semeru yang ramai mendapat kecaman publik pun mulanya hanya diunggah di grup WhatsApp yang berisi anggota kajian.

Alasannya, Hadfana, hanya ingin mengedukasi anggota grup kajian ya, bahwa sesajen tidak sesuai dengan ajaran agama yang dipercaya mereka.

"Bahwa dia menyebarkan meng-upload ke grup pada kajian ini adalah untuk tujuannya untuk edukasi. Namanya, kajian untuk ibu ibu. Bahwa semacam ini, menurut keterangan dia tidak dibenarkan. Tidak dibenarkan secara agama lah," ucapnya.

Sebelumnya, Hadfana Firdaus, pelaku penendang sesajen Semeru ditangkap Polda Jatim di Gang Dorowati, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/1) malam.

Ia lalu digelandang ke Polda Jatim Jumat (14/1). Usai diperiksa selama beberapa jam, Hadfana pun resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka terancam jeratan pasal Pasal 156 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tentang permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

(frd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER