Ribuan Korban Banjir di Jakbar Andalkan Satu Dapur Darurat

CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 21:36 WIB
Dapur darurat korban banjir berlokasi di Pos Sekretariat RW 02, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat. Dapur ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat. Ribuan korban banjir di wilayah RW 02, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) mengandalkan satu dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan makan selama rumah masih terendam. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan korban banjir di wilayah RW 02, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) mengandalkan satu dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan makan selama rumah masih terendam.

Dapur tersebut berlokasi di Pos Sekretariat RW 02 yang letaknya tepat berada di tengah permukiman warga yang terdampak banjir.

"Dapur umum ada satu lokasi di kantor sekretariat RW dan ini merupakan swadaya masyarakat," kata Ketua RW 02, Krisdiantoro saat dikonfirmasi di lokasi banjir, Rabu (19/1), dikutip Antara.


Krisdiantoro mengatakan dapur darurat itu sudah beroperasi selama satu hari penuh. Dapur tersebut sudah memproduksi 400 nasi bungkus untuk dibagikan kepada warga terdampak baik di tempat pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah.

"Iya sehari dua kali kita berikan makanan. Direncanakan nanti malam abis maghrib mau nyusur lagi pake perahu karet," ujarnya.

Nasi bungkus tersebut akan terus diberikan sambil menunggu bantuan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, sebanyak sebelas RT di kawasan RW 02 terendam banjir setelah hujan besar melanda lokasi tersebut. Ketinggian banjir beragam dari 60 sentimeter di kawasan permukiman hingga 120 sentimeter di bantaran kali Semongol.

"Ketinggian 120 cm itu ada di wilayah RT 01 yang lain mayoritas 80-60 sentimeter," kata Krisdiantoro.

Krisdiantoro mengatakan awalnya banjir tidak terlalu tinggi usai hujan deras pagi tadi. Namun menjelang siang, air justru semakin tinggi hingga akhirnya menyentuh ketinggian 120 sentimeter.

"Sampai saat ini makin siang justru makin naik air. Iya kiriman dari Semongol dan sifatnya air ini hanya berputar dan nunggu aliran sampai ke laut itu agak kering," ujarnya.



Karena banjir tersebut, sebanyak 24 kepala keluarga yang terdiri 72 jiwa mengungsi di rusun dan masjid di sekitar permukiman warga. Sementara sebagian warga tidak mau mengungsi dan memilih untuk tinggal di lantai dua rumah.

"Kurang lebih kalau terdampak secara langsung sih satu RW ya ada kira-kira ada 5.000 jiwa warga. Tapi sebagian besar tidak mengungsi," kata Krisdiantoro.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Jakarta bertindak cepat agar banjir di lokasinya cepat surut dan warga bisa beraktivitas secara normal.

Di sisi lain, sejumlah warga di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, membantah klaim Gubernur Anies Baswedan yang menyatakan banjir Jakarta surut dalam waktu cepat karena kerja senyap dan tuntas Pemprov DKI.

Salah seorang warga di RW 09, Kecamatan Cengkareng Barat, Hasan mengatakan banjir tidak pernah benar-benar surut di wilayah permukimannya.

"Belum pernah surut dari kemarin ini. Kalau menurun memang iya, sekarang cuma sebetis. Kemarin pas lagi tinggi bisa sampai sepinggang," ujarnya ketika ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).

(Antara/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER