14.517 Kasus Kekerasan Anak Terjadi Sepanjang 2021

CNN Indonesia
Kamis, 20 Jan 2022 05:30 WIB
Berdasarkan catatan Kementerian PPPA, hampir setengah dari jumlah kasus itu merupakan kekerasan seksual terhadap anak. Ilustrasi anak korban kekerasan (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat 14.517 kasus kekerasan anak terjadi sepanjang 2021. Dari jumlah itu, hampir setengahnya merupakan kekerasan seksual.

"Dari 45,1 persen kasus dari 14.517 kasus kekerasan terhadap anak merupakan kasus kekerasan seksual," kata Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam diskusi virtual, Rabu (19/1).

Bintang menyebut jumlah kekerasan terhadap anak meningkat selama pandemi Covid-19. Bukan hanya anak, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan juga turut memprihatinkan.


Pihaknya mencatat terdapat 10.247 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2021. Dari jumlah itu,15,2 persennya adalah kekerasan seksual.

"Patut menjadi perhatian, bahwa laporan kasus kekerasan khususnya kekerasan seksual turut meningkat seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19 ini," ujarnya

Menurutnya, lebih memprihatinkan lagi, jumlah kekerasan itu tidak mencerminkan yang sesungguhnya. Ia menduga jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi bisa lebih dari itu.

"Hal ini dikarenakan kita ketahui bersama isu kekerasan seksual ini merupakan fenomena gunung es, di mana permasalahan yang terjadi sebenarnya, lebih kompleks dan lebih besar dari permasalahan yang terlihat di permukaan," katanya.

Bintang mengklaim pihaknya akan terus mengawal pembahasan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang saat ini bergulir di DPR sampai disahkan.

Ia berharap, RUU TPKS dapat menjadi pembaruan hukum untuk mencegah segala bentuk kekerasan seksual. Selain itu, RUU itu juga diharapkan dapat menangani, melindungi dan memulihkan korban.

"Serta menindak pelaku dan mewujudkan lingkungan yang bebas kekerasan seksual, kata dia.

"Kalau kita lihat ditinjau dari aspek filosofis, yuridis, dan sosiologis, RUU ini mendesak untuk segera disahkan. RUU ini sejalan dengan komnitmen Indonesia meratifikasi atau mengundangkan CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women)," imbuhnya.

(yla/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER