Dinkes Buka Suara soal Nakes Suntik Kosong Vaksin ke Murid SD Medan

CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 11:36 WIB
Vaksinator yang diduga menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong di SD di Medan disebut bukan berasal dari puskesmas atau faskes pemerintah dan diundang pihak Polsek. Ilustrasi. Vaksinasi di sebuah SD di Medan diduga bodong. (Foto: CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Medan, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik mengungkapkan tenaga kesehatan yang diduga menginjeksi suntikan tanpa cairan vaksin Covid-19 ke murid SD Wahidin, Medan, bukan berasal dari instansi pemerintah. 

Menurutnya, kegiatan itu bukan program yang dilakukan Pemerintah Kota Medan, namun merupakan pekerjaan dari Polsek Medan Labuhan dengan tenaga kesehatan dan vaksinator yang mereka undang sendiri.

"Iya soal vaksinasi yang diduga kosong itu terjadi di SD Wahidin yang dilaksanakan Polsek Medan Labuhan di bawah Polres Belawan. Kabarnya sekarang sedang mereka telusuri dan penyelidikan," kata Taufiq, Jumat (21/1).


"Nakes mereka sendiri yang undang. Saya cek bukan dari puskesmas kita atau fasiltas kesehatan punya pemerintah," lanjut dia.

Pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution terkait hal ini.

"Saya sudah kontak Pak Wali dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Memang ini jadi atensi tinggi Pak Wali agar benar-benar diusut. Sebab Pak Wali sangat mengkhawatirkan warganya," pungkas Taufiq.

Sebelumnya, video seorang vaksinator yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke siswa SD Wahidin, Jalan Komodor Laut Yos Sudarso Kilometer 16, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sumut, beredar.

Vaksinator yang mengenakan pakaian berwarna marun dan rompi hijau-hitam tengah mengeluarkan suntikan dari segel kertas. Setelah itu, sang nakes menarik sedikit ujung tuas spuit dan menginjeksi ke lengan sebelah kiri murid SD itu.

Suntikan itu tampak tak berisi cairan vaksin alias kosong. Vaksinator berkerudung tersebut mengambil tisu dan meletakkannya di lengan murid SD yang disuntik tadi. Dia juga sempat mengajak murid SD berkaca mata itu bicara.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang mengatakan peristiwa viral itu masih didalami.

"Itu di SD Wahidin. Videonya sedang kita dalami. Jadi setelah kita selidiki, ternyata peristiwa itu terjadi di SD Wahidin saat melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun," ujar Faisal.

"Kita sedang melakukan pemeriksaan para nakes-nya itu sudah di polres menjalani pemeriksaan. Jadi kasusnya masih kita dalami. Nakes dari salah satu rumah sakit di Medan. Orang tuanya mempertanyakan apakah anaknya sudah divaksin atau belum," bebernya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan identitas sang nakes sudah diketahui.

(fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER