Rangkuman Covid: Jokowi Minta PTM Dievaluasi-RI Masuk Gelombang 3
CNN Indonesia
Selasa, 01 Feb 2022 18:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Jokowi minta PTM dievaluasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus konfirmasi positif Covid-19 mulai mengalami peningkatan dalam sepekan. Peningkatan itu ditengarai disebabkan oleh karakteristikvarian Omicron yang cepat menular dan menyebabkan kenaikan kasus secara eksponensial.
Di tengah kondisi lonjakan kasus itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sejumlah pemerintah daerah mengevaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi Dapat Komplain Orang Asing Soal Permainan Karantina Covid RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan sejumlah komplain dari Warga Negara Asing (WNA) yang menjalani masa karantina setibanya di Indonesia. Jokowi kemudian mengistruksikan Kapolri agar mengusut dugaan permainan karantina di pintu-pintu masuk Indonesia.
Adapun masa karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di Indonesia yang semula 7 x 24 jam kini dipangkas menjadi 4 x 24 jam, lantaran menyesuaikan dengan masa inkubasi varian Omicron yang dinilai lebih cepat.
"Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," kata Jokowi dalam pengantar yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Selasa (1/2).
Jokowi Minta PTM di DKI, Jabar, dan Banten Dievaluasi
Presiden Jokowi meminta pelaksanaan PTM di tiga provinsi penyumbang kasus aktif virus corona terbanyak yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten segera dievaluasi.
Pemerintah dalam beberapa pekan terakhir mulai mengidentifikasi kasus Covid-19 yang menyasar siswa hingga guru. Sementara pelaksanaan PTM terbatas di sejumlah kota masih berkapasitas 100 persen.
"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," kata Jokowi dalam pengantar yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Selasa (1/2).
Kemenkes Klaim Kenaikan Covid Akibat Testing dan Tracing Naik
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim lonjakan kasus virus corona dalam sepekan terakhir terjadi karena pemerintah menambah kuota surveilans seperti testing dan tracing di daerah.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga tak menampik positivity rate Indonesia kembali naik, terutama dampak dari transmisi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron.
"Positivity rate mingguan kita ada kenaikan sebesar 3,65 persen. Hal ini selain seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi, tapi juga sejalan dengan ditingkatkannya angka testing dan tracing," kata Nadia dikutip dari situs resmi Kemenkes, Selasa (1/2).
Anies Klaim Jumlah Pasien Covid yang Dirawat di RS DKI Masih Relatif Kecil
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan pasien terpapar virus corona di Ibu Kota masih relatif sedikit.
Dengan kondisi itu, Anies mengklaim pemerintah provinsi masih belum melakukan pengetatan pada sektor tertentu. Ia menambahkan, seluruh keputusan terkait regulasi penanganan Covid-19 berpedoman pada jumlah keterisian rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
"Saat ini situasinya masih bisa terlihat, dibilang, secara jumlah masih relatif agak kecil. Nah, kita pantau ke depan, tapi tidak menutup semua kemungkinan," kata Anies saat mengunjungi rumah ibadah Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Palmerah, Selasa (1/2).
Bar Big Brother disegel hingga angka capaian dosis vaksin RI, baca di halaman berikutnya...
Langgar PPKM, Polisi Segel Bar Big Brother Kemang
Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menyegel bar Big Brother yang berada di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (31/1) malam.
Kanit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Dzul Fadlan mengatakan, bar itu ditutup lantaran melanggar peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni masih beroperasi di atas pukul 24.00 WIB.
Diketahui, kebijakan PPKM mengatur tempat hiburan hanya diperbolehkan buka hingga pukul 24.00 WIB.
"Kami temukan satu tempat hiburan Big Brother masih melakukan aktivitas pukul 24.00 WIB pengunjung ramai dan tidak taat prokes," kata Dzul pada Selasa (1/2).
Kasus Harian Tembus 8 Ribu
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Selasa (1/2) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 16.021 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 3.240 kasus, dan 28 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.369.391 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.143.694 orang dinyatakan pulih, 12.753 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 144.348 orang lainnya meninggal dunia.
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Selasa (1/2) Pukul 12.00 WIB tercatat, yakni 185.121.652 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 128.655.689 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 88,89 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 61,71 persen.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus konfirmasi positif Covid-19 mulai mengalami peningkatan dalam sepekan. Peningkatan itu ditengarai disebabkan oleh karakteristikvarian Omicron yang cepat menular dan menyebabkan kenaikan kasus secara eksponensial.
Di tengah kondisi lonjakan kasus itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sejumlah pemerintah daerah mengevaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi Dapat Komplain Orang Asing Soal Permainan Karantina Covid RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan sejumlah komplain dari Warga Negara Asing (WNA) yang menjalani masa karantina setibanya di Indonesia. Jokowi kemudian mengistruksikan Kapolri agar mengusut dugaan permainan karantina di pintu-pintu masuk Indonesia.
Adapun masa karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di Indonesia yang semula 7 x 24 jam kini dipangkas menjadi 4 x 24 jam, lantaran menyesuaikan dengan masa inkubasi varian Omicron yang dinilai lebih cepat.
"Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," kata Jokowi dalam pengantar yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Selasa (1/2).
Jokowi Minta PTM di DKI, Jabar, dan Banten Dievaluasi
Presiden Jokowi meminta pelaksanaan PTM di tiga provinsi penyumbang kasus aktif virus corona terbanyak yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten segera dievaluasi.
Pemerintah dalam beberapa pekan terakhir mulai mengidentifikasi kasus Covid-19 yang menyasar siswa hingga guru. Sementara pelaksanaan PTM terbatas di sejumlah kota masih berkapasitas 100 persen.
"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," kata Jokowi dalam pengantar yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Selasa (1/2).
Kemenkes Klaim Kenaikan Covid Akibat Testing dan Tracing Naik
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim lonjakan kasus virus corona dalam sepekan terakhir terjadi karena pemerintah menambah kuota surveilans seperti testing dan tracing di daerah.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga tak menampik positivity rate Indonesia kembali naik, terutama dampak dari transmisi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron.
"Positivity rate mingguan kita ada kenaikan sebesar 3,65 persen. Hal ini selain seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi, tapi juga sejalan dengan ditingkatkannya angka testing dan tracing," kata Nadia dikutip dari situs resmi Kemenkes, Selasa (1/2).
Anies Klaim Jumlah Pasien Covid yang Dirawat di RS DKI Masih Relatif Kecil
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan pasien terpapar virus corona di Ibu Kota masih relatif sedikit.
Dengan kondisi itu, Anies mengklaim pemerintah provinsi masih belum melakukan pengetatan pada sektor tertentu. Ia menambahkan, seluruh keputusan terkait regulasi penanganan Covid-19 berpedoman pada jumlah keterisian rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
"Saat ini situasinya masih bisa terlihat, dibilang, secara jumlah masih relatif agak kecil. Nah, kita pantau ke depan, tapi tidak menutup semua kemungkinan," kata Anies saat mengunjungi rumah ibadah Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Palmerah, Selasa (1/2).
Bar Big Brother disegel hingga angka capaian dosis vaksin RI, baca di halaman berikutnya...
Bar Big Brother Disegel hingga Capaian Dosis Vaksin RI
Kegiatan vaksin Booster di Jakarta. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Langgar PPKM, Polisi Segel Bar Big Brother Kemang
Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menyegel bar Big Brother yang berada di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (31/1) malam.
Kanit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Dzul Fadlan mengatakan, bar itu ditutup lantaran melanggar peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni masih beroperasi di atas pukul 24.00 WIB.
Diketahui, kebijakan PPKM mengatur tempat hiburan hanya diperbolehkan buka hingga pukul 24.00 WIB.
"Kami temukan satu tempat hiburan Big Brother masih melakukan aktivitas pukul 24.00 WIB pengunjung ramai dan tidak taat prokes," kata Dzul pada Selasa (1/2).
Kasus Harian Tembus 8 Ribu
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Selasa (1/2) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 16.021 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 3.240 kasus, dan 28 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.369.391 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.143.694 orang dinyatakan pulih, 12.753 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 144.348 orang lainnya meninggal dunia.
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Selasa (1/2) Pukul 12.00 WIB tercatat, yakni 185.121.652 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 128.655.689 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 88,89 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 61,71 persen.